Campina Luncurkan Es Krim dengan `Kaki Sapi`  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Campina meluncurkan es krim Happy Cow sekaligus merayakan ulang tahun Campina ke-45 di Surabaya, 22 Februari 2017. Penyanyi Widi Mulia dan National Sales and Marketing Manager Campina, Adji Andjono menunjukkan es krim Happy Cow. TEMPO/ARTIKA RACHMI

    Campina meluncurkan es krim Happy Cow sekaligus merayakan ulang tahun Campina ke-45 di Surabaya, 22 Februari 2017. Penyanyi Widi Mulia dan National Sales and Marketing Manager Campina, Adji Andjono menunjukkan es krim Happy Cow. TEMPO/ARTIKA RACHMI

    TEMPO.CO, Surabaya - Produsen es krim, Campina, meluncurkan produk baru Happy Cow yang menyasar anak-anak. National Sales and Marketing Manager Campina Adji Andjono mengatakan kehadiran es krim ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-45 perusahaan asal Surabaya tersebut.

    "Es krim Happy Cow ini mengandung banyak manfaat susu sekaligus punya rasa yang enak dan disukai anak-anak," kata Adi saat jumpa pers di kawasan pabrik Campina di Surabaya, Rabu, 22 Februari 2017.

    Es krim Happy Cow terdiri dari tiga jenis rasa, yakni Happy Cow Cup, Happy Cow Malt Blast, dan Happy Cow Rainbow. Untuk Happy Cow Cup, Campina mendesain kemasannya menyerupai kaki sapi dengan sendok es krim yang berada di bagian belakang tutup kemasan agar praktis. Adapun es krim Happy Cow yang berbentuk stik, Happy Cow Malt, berisi taburan butir cokelat malt yang bisa menjadi sumber energi bagi anak-anak.

    Campina, lanjut Adjie, gencar mempromosikan es krim sebagai bentuk makanan ringan (snack) yang sehat. Dibanding jenis makanan ringan lain, es krim dapat menjadi alternatif camilan bernutrisi untuk anak. "Namun layaknya snack, es krim tidak boleh dikonsumsi setiap hari," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Campina berencana melakukan ekspansi bisnis melalui pengembangan pabrik baru dalam menghadapi persaingan ketat di industri es krim. "Sebagai satu-satunya pabrik es krim nasional yang masih bertahan, kami berusaha ekspansi karena pasar es krim terus bertumbuh," ujar Public Affair Officer Campina Sukaryono.

    Pabrik baru tersebut direncanakan berkapasitas empat kali lipat dibanding pabrik utama di Surabaya saat ini. Sebab, utilisasi mesin pabrik telah mencapai 80-90 persen. "Kami yakin konsumen akan kembali memperhatikan kualitas produk," ucap dia. Capaian market share Campina kini sekitar 20 persen di Indonesia. Pihaknya optimistis dapat merebut hati masyarakat melalui upaya penetrasi langsung ke pasar dan company visit.

    Bisnis es krim Campina berawal dari sebuah industri rumahan sederhana yang didirikan Darmo Hadipranoto dan istrinya di garasi rumah, Jalan Gembong Sawah, Surabaya, pada 1972. Menggunakan sepeda angin, Campina dijual berkeliling kepada para pelanggan. Seiring perkembangan teknologi, es krim rumahan ini mengembangkan usahanya dan mendirikan pabrik di kawasan Rungkut pada 1985 sampai sekarang.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    Berita lainnya:
    Tip Memilih Kursi Kerja yang Nyaman
    Happy Salma: Perhiasan Saya Dipakai Istri Kurt Cobain
    Benarkan Wanita Lebih Memilih Makan daripada Bercinta?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.