Kiat Memilih Nama Terbaik untuk Buah Hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menggendong bayi. Shutterstock.com

    Ilustrasi menggendong bayi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sambil menanti kelahiran buah hati biasanya orang tua menyiapkan nama untuk anak mereka kelak. Nama yang unik dan yang di dalamnya terkandung doa dan pengharapan, sering menjadi pilihan.

    Namun, kesenangan itu terkadang justru memusingkan sebagian orang tua. Banyaknya pilihan dan saran malahan membuat para orang tua bingung. Sebagai pertimbangan, simak dulu beberapa tip berikut untuk menghadiahkan si kecil nama yang indah, seperti dikutip dari laman Young Parents.

    - Pertimbangkan apakah nama yang dipilih akan membuat anak menjadi bahan ejekan teman-temannya nanti atau setidaknya terdengar aneh.  

    - Singkirkan nama yang memiliki asosiasi dengan pengalaman buruk misalnya nama A mengingatkan Anda pada teman yang suka merisak (bully) Anda.

    - Supaya nama si kecil lebih unik, coba pilih nama yang tidak terlalu pasaran. Anda bisa mencoba menggabungkan nama Anda dan pasangan hingga membentuk nama yang unik tapi tidak terkesan janggal.

    - Kreativitas Anda juga harus dibatasi, jangan sampai karena ingin memiliki nama unik, Anda memilih ejaan nama yang terlalu rumit atau terlalu panjang.

    - Bila memiliki perbedaan pendapat dengan pasangan, Anda bisa memilih nama depan, sedangkan pasangan memilih nama belakang, atau sebaliknya. Jangan sampai hanya gara-gara nama, keharmonisan rumah tangga jadi korbannya.

    - Jika sudah menemukan nama yang diinginkan dan Anda tidak ingin terpengaruh dengan pendapat orang lain, rahasiakan saja nama tersebut dari orang terdekat Anda. Cukup Anda dan pasangan saja yang tahu. Pilihlah nama yang memang diinginkan, bukan berusaha untuk menyenangkan anggota keluarga lain karena merasa tidak enak menolak usulan mereka.

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Proses Penuaan Kulit Terjadi Mulai Usia 30, Itu Keliru
    Kesalahan dalam Membuat Kriteria Pasangan Idaman
    Pola Asuh Mempengaruhi Keinginan Menikah dan Punya Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.