5 Pakem Supaya Sarapan Ringkas dan Menyenangkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan. Shutterstock

    Ilustrasi sarapan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sarapan bukan sekadar menyiapkan makanan dan minuman di atas meja. Sarapan rupanya memiliki dampak psikologis bagi anak. Apa manfaat yang didapat si kecil? Dan apa saja yang harus diperhatikan ibu saat menyiapkan menu sarapan untuk suami dan anak?

    Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan sarapan membuat si kecil lebih siap menjalani hari dan mengajarinya untuk lebih disiplin. Mengingat, untuk sarapan anak mesti mengatur waktu. Misalnya, mengatur waktu tidur, jam berapa mesti bangun, dan menyiapkan diri. Agar tradisi sarapan dapat terlaksana secara rutin dan menyenangkan, Vera mengingatkan lima hal berikut:

    1. Komitmen
    Buat komitmen dengan suami dan anak untuk sarapan bersama. Artinya, ketika sarapan maka kehadiran ayah, ibu, dan anak harus ada di satu meja.

    2. Siapkan bahan dan bumbu
    Siapkan bahan dan bumbu pada malam hari, sehingga esok pagi tinggal diolah. Dengan begitu, pada pagi hari Anda tidak repot menyiapkan menu sarapan yang dikejar waktu.

    ADVERTISEMENT

    3. Pilih menuyang sehat, praktis, dan realistis
    Pernahkah Anda melihat foto-foto menu sarapan yang diunggah oleh ibu-ibu hits di media sosial? Bikin stres, enggak? Menu sarapan dibikin dengan konsep bento, wortelnya diukir-ukir, bentuknya dibuat menyerupai orang sedang tersenyum. Silakan pikir apakah Anda punya waktu untuk membentuk wortel? "Kalau tidak, tak perlu memaksakan diri untuk melakukannya,” ujar Vera.

    Tak ada salahnya berkreasi dengan sarapan. Asal ibu punya waktu dan tidak melakukannya dengan terpaksa. Patut diingat, wortel diukir dengan yang tidak diukir kandungan nilai gizinya sama. Kalau tak sempat mengukir, cukup ditata dengan rapi supaya lebih enak dilihat.

    4. Beri contoh
    Orang tua mesti memberi contoh. Kalau ingin anaknya bangun pagi, Anda harus memberi contoh dengan tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. "Itu konsekuensi ayah dan ibu,” ujarnya.

    5. Kasih sayang di menu sarapan
    Pernahkah Anda menyiapkan sarapan lalu duduk bersama menghadap meja makan bersama anak? Atau apakah ketika anak sedang sarapan, Anda sibuk membereskan perangkat dapur sambil mengomel, "ayo buruan sarapannya. Ini sudah jam berapa kamu nanti telat dan seterusnya." Padahal di luar kesehatan fisik, sarapan juga berguna untuk mempererat ikatan keluarga.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Busana Pengantin ala Putri Diana
    Resep Jus Kubis Penurun Berat Badan 


    Tip Menghilangkan Bau Amis pada Ikan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?