Koleksi Victoria Beckham yang Sangat Inggris tapi Mendunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victoria Beckham berpose di karpet merah saat tiba dalam pembukaan dan screening film

    Victoria Beckham berpose di karpet merah saat tiba dalam pembukaan dan screening film "Cafe Society" pada kompetisi Film Cannes ke-69 dalam Festival Film Cannes di Prancis, 11 Mei 2016. AP/Joel Ryan

    TEMPO.CO, JakartaVictoria Beckham menampilkan koleksi busana terbarunya di New York Fashion Week 2017. Kali ini, istri David Beckham tersebut menampilkan koleksi busana dengan menyisipkan unsur feminisme dalam setiap desainnya.

    Menurut Victoria Beckham, pakaian bukan sekadar penutup tubuh, tapi juga sebagai cara bagi wanita untuk menunjukkan jati dirinya. “Ketika kamu menginjakkan sepatu itu, memakai baju tersebut, kamu merasa sebagai wanita yang kuat,” ujar Victoria Beckham saat diwawancarai WWD.

    Koleksi musim gugur rancangan Victoria Beckham kali ini menawarkan structured blazer yang dipadukan dengan rok chiffon yang feminin. Mantel panjang berwarna merah burgundy juga dia padankan dengan dress berbahan chiffon.

    Warna-warna gelap memang kerap menjadi favorit Victoria Beckham, tak terkecuali koleksi terbarunya ini. Warna hitam, biru navy, abu-abu, dan merah burgundy tampak mendominasi koleksinya tersebut. Meski begitu, Victoria Beckham menyelipkan dress kerah turtleneck dalam warna merah terang agar koleksinya tak terkesan monoton.

    ADVERTISEMENT

    Perpaduan kesan tangguh dengan busana feminin seperti menggambarkan karakter wanita yang bisa terlihat kuat, tapi juga lembut. Busana tersebut kemudian dilengkapi dengan sepasang sepatu bot dan sarung tangan berbahan kulit.

    Victoria Beckham juga membawa sentuhan gaya Inggris ke dalam koleksinya, seperti dalam motif tartan, herringbones, dan desain mirip seragam sekolah Inggris yang modern. “Koleksi ini memang sangat Inggris, tapi dengan tampilan yang global. Karena bisnis saya global,” ucapnya.

    New York Fashion Week berlangsung hingga 16 Februari 2017. Pekan mode yang dilakukan dua kali dalam setahun ini digelar untuk memamerkan karya-karya terbaru para desainer ternama sekaligus menjadi acuan bagi industri mode di seluruh dunia. Setelah New York, pekan mode akan berlanjut di lokasi lainnya, yakni di London, Milan, dan Paris.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Tip Menghilangkan Bau Amis pada Ikan
    Kerja Shift Malam, Kesuburan jadi Taruhan
    Pentingnya Retinol dalam Melawan Penuaan



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...