Cara Mengajarkan Anak Berempati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com

    Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penting bagi orang tua mengajarkan anak untuk bisa berempati agar ia tidak tumbuh menjadi pribadi yang mau menang sendiri. Karena pada dasarnya anak-anak tidak selalu identik dengan perilaku egois.

    Seringkali kita mengasosiasikan balita dengan perilaku keakuan. Sebenarnya, pada masa balita adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak untuk berempati. "Orang dewasa harus bisa melakukan apapun yang memungkinkan untuk mengajarkan balita berempati. Itu adalah hal dasar dalam membangun sebuah hubungan," ujar Carol Anne Wien, profesor di Universitas York, di Toronto.

    Dikutip dari situs Parents, tiga hal di bawah ini bisa membantu Anda untuk membesarkan anak agar bisa memahami perasaan orang lain. Pertama, ajarkan mereka merespons dengan kata-kata manis. Ajari anak mengungkapkan emosinya ke dalam kata-kata.

    Contohnya Victor yang masih berumur 2 tahun membuat adiknya menangis karena dia merebut mainannya. Tanyakan kepada Victor, kenapa adiknya menangis. "Sepertinya adik menangis kalau Victor ambil mainan dari adik." Dengan kata-kata seperti itu, kesadaran Victor terhadap perasaan orang lain akan terbangun. Jadikan anak pusat perhatian Anda ketika sedang mengajarinya.

    ADVERTISEMENT

    Kedua, contohkan dengan perilaku. Anak melihat cara berinteraksi Anda dengan orang lain. Gunakan berbagai kesempatan untuk memberikan keteladanan yang bisa mengundang sensitivitasnya. Membukakan pintu untuk orang tua, menolong anak yang jatuh, dan lainnya.

    Ketika anak melihat Anda sedang menghibur teman yang sedih, anak akan meniru cara, intonasi suara, dan bahasa tubuh Anda. Selanjutnya, jika anak menemui kondisi tersebut, maka kemungkinan dia akan memperlakukan orang lain seperti cara Anda tadi.

    Ketiga, biarkan anak mengalami dan memahaminya. Ajarkan bahwa setiap orang memiliki kesukaan dan pandangan yang berbeda, sehingga dia tidak bisa memaksa kehendak orang lain.

    Cara lainnya adalah dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memelihara binatang. Dan berikan dia tugas untuk memberikan makanan kepada binatang tersebut. Hal itu akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpikir di luar keinginan dirinya, sehingga mereka mengerti kebutuhan orang lain.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    Ayah, Bunda, Peluk Bayi Saat Dia Menangis

    Memahami Jenis Epilepsi dan Terapi yang Tepat
    Berbagai Teknik Menentukan Jenis Kelamin Anak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji