Ayah, Bunda, Peluk Bayi Saat Dia Menangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua bayi menangis dalam pelukan pegulat sumo, dalam acara Kontes Bayi Menangis, di kuil Buddha Sensoji, Tokyo, Jepang, Sabtu (26/4). Sejumlah bayi berpartisipasi dalam ritual tradisional tahunan ini sebagai doa bagi kesehatan mereka. AP/Eugene Hoshiko

    Dua bayi menangis dalam pelukan pegulat sumo, dalam acara Kontes Bayi Menangis, di kuil Buddha Sensoji, Tokyo, Jepang, Sabtu (26/4). Sejumlah bayi berpartisipasi dalam ritual tradisional tahunan ini sebagai doa bagi kesehatan mereka. AP/Eugene Hoshiko

    TEMPO.CO, Jakarta - Memeluk anak ketika mereka menangis akan membantu anak menjadi lebih produktif, sehat dan ramah ketika mereka dewasa.

    Sebuah penelitian menunjukkan memeluk bayi setiap kali mereka menangis, akan membuat mereka menjadi lebih produktif, sehat dan ramah ketika mereka dewasa. Tentunya ini bertentangan dengan kepercayaan yang selama ini beredar, bahwa sering memeluk anak saat ia menangis dapat membuat anak manja.

    Profesor Darcia Narvaez dari Departemen Psikologi dari University of Notre Dame mengatakan bahwa membiarkan bayi menangis untuk waktu yang lama, berkaitan dengan Metode Ferber, akan menghambat perkembangan anak. Penelitian menunjukkan bahwa pelukan sangat bermanfaat saat anak menangis.

    Menurut News Corp Australia, cara orang tua memperlakukan bayi mereka saat menangis akan mempengaruhi pertumbuhan otak anak. Orang tua yang memeluk bayi saat menangis maka perkembangan otaknya optimal. Anak-anak yang ditinggalkan sendirian menangis dalam waktu lama, tumbuh menjadi stres saat dewasa.

    "Jika Anda membiarkan bayi menangis, sistem-sistemnya akan mudah dipicu menjadi stres," kata Narvaez.

    Cara ibu membiarkan anak mereka menangis hingga tertidur sendiri, seperti dilansir CNN, dapat disebut sebagai menenangkan diri sendiri. Walau terdapat perbedaan pendapat, di satu sisi dapat membuat anak stres, sisi lainnya bayi menangis membuat bagian atas paru-paru bayi berkembang. Dan ini tentu saja, baik untuk bayi dan ibu.

    Metode Ferber, juga dikenal sebagai Ferbering atau Ferberizing, sering dipakai oleh orang tua agar bayi mereka tidur, seperti dilansir AHA! Parenting. Namun studi menunjukkan bahwa bayi yang menangis untuk waktu yang lama, cenderung menimbulkan kerusakan permanen di otak. Meninggalkan bayi menangis sendiri akan membuat mereka berpikir bahwa mereka telah ditinggalkan oleh orang tua saat mereka membutuhkannya.

    PARENTHERALD | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Kiat Menanamkan Kebiasaan Baca Buku pada Anak
    Anak Diprediksi Lahir Prematur, Apa Saja Persiapannya
    Anak Kelewat Cemas sampai Susah Bicara, Orang Tua Harus Berbuat Apa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.