Tak Semua Bayi Dapat Menjalani Lotus Birth

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi dibedong. theparentbible.com

    Ilustrasi bayi dibedong. theparentbible.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Apa benar metode lotus birth bisa membuat bayi mempunyai kekebalan tubuh yang lebih tinggi dan manfaatnya lebih banyak? Dokter kandungan RA. S. Danis Wati Utari,dari Rumah Sakit Umum Bunda, Menteng Jakarta mengatakan plasenta memang memproduksi antibodi jika masih di dalam tubuh.

    “Kalau sudah di luar tubuh, ya mati. Antibodi tidak lagi diproduksi," kata Danis. "Lotus birth menurut saya lebih banyak dampak negatifnya karena kalau perawatan kurang bersih malah bisa memicu infeksi."

    Artikel terkait:
    6 Mitos Seputar Melahirkan
    Andien Biarkan Tali Pusar dan Plasenta Bayinya Putus Sendiri
    Alasan Bayi dengan Persalinan Normal Berdaya Tahan Tinggi

    Lotus birth, kata Danis, juga belum bisa diterapkan meski di rumah sakit karena sulit menyimpan tali pusatnya, di mana butuh baskom yang ditaburi garam laut, garam kristal, dan minyak aromaterapi. Hal lain yang patut diindahkan sebelum memilih metode lotus birth adalahmengecek rhesus darah ibu dan si bayi.

    ADVERTISEMENT

    Rhesus adalah protein (antigen) yang terdapat pada permukaan sel darah merah. “Dalam kasus rhesus darah ibu bertentangan dengan darah bayi, maka jika makin lama tali pusat dibiarkan akan semakin banyak darah ibu yang tak sesuai bercampur dengan darah bayi. Ini kerugian yang lain selain bisa infeksi,” ujarnya.

    Dalam kondisi bayi kurang sehat (bayi tidak bugar) kadang tim medis melakukan penundaan klem (pemotongan tali pusat). Jadi, biarkan bayi tetap dengan ari-arinya agar mendapat asupan darah lebih banyak, dan ini menjadi salah satu keuntungan.

    Lotus birth, sebagaimana gentle birth, water birth, dan home birth, adalahbagian dari persalinan normal (natural). Sebelum persalinan alami ditempuh, ibu mesti memperhatikan kondisi kesehatan diri dan si kecil.

    Jika ingin lahir normal, pastikan si ibu tidak ada riwayat sakit. “Misalnya darah tinggi, diabetes, dan tidak ada bekas operasi di perut ibu," ujarnya. Pastikan jalan lahir bayi tidak sempit, bayi harus sehat, dan kepala berada di bagian bawah.

    Selain itu, umur kehamilan juga mesti cukup, bayinya tunggal (tidak kembar), serta berat badan bayi sekurangnya 2.600 gram. "Dengan begitu, ibu bisa melahirkan secara normal,” katanya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    5 Teknik Pakai Parfum supaya Aromanya Tahan Lama
    Shio yang Beruntung dan Waspada di Tahun Ayam Api
    Keith Urban Abaikan Cinta Nicole Kidman, Akhirnya Menikah Juga


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.