Anak Diprediksi Lahir Prematur, Apa Saja Persiapannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua wanita ingin melahirkan normal pada usia kandungan yang sudah cukup matang. Namun jika keadaan memaksa si buah hati terlahir prematur, apa yang harus Anda dan pasangan lakukan?

    Secara sederhana, kelahiran prematur artinya bayi yang terlahir sebelum waktunya. Waktu ideal melahirkan, yakni setelah usia kandungan mencapai 37 sampai 40 minggu.

    Artikel terkait:
    Kiat Merawat Bayi Prematur
    Faktor Pemicu Bayi Lahir Prematur 
    Kalsium Bisa Picu Kelahiran Bayi Prematur

    “Di bawah 37 minggu, atau berat badan bayi kurang dari 2.500 gram, disebut prematur. Patut diingat bahwa paru-paru bayi matang dan sudah bisa hidup di luar kandungan pada usia 35 minggu,” ujar dokter kandungan RA. S. Danis Wati Utari, di Rumah Sakit Bunda Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    Logikanya, menurut dia, kalau bulan ketujuh saja sudah matang, apalagi bulan kedelapan? Yang penting, usahakan ibu mengonsumsi menu dengan gizi seimbang agar berat badan si kecil dalam kandungan memenuhi syarat ketika lahir prematur. "Minimal 2.500 gram,” ujar Danis.

    Jika dokter sudah diprediksi akan melahirkan secara prematur, berikut ini yang harus dilakukan pasangan suami istri:

    1. Gizi cukup
    Memastikan kecukupan gizi bagi ibu hamil supaya nutrisi untuk bayi terpenuhi. Hindari makanan yang memperbesar risiko kecacatan pada bayi.

    2. Jangan stres
    Begitu mendapat kabar dari dokter akan melahirkan prematur, biasanya ibu akan cemas, tertekan, kepikiran, dan tak tenang. Ujung-ujungnya, tensi darah merangkak naik. Ini malah memperburuk keadaan. Di sini peran suami sangat penting dalam memberi suasana nyaman dan menenangkan. Para suami dituntut siaga.

    3. Menabung
    Ketika istri dinyatakan hamil, tidak ada salahnya mulai menabung. Jika punya anggaran cukup, lebih baik menjalani screening komplit pada bayi. Memasuki usia kandungan 10 sampai 13 minggu, lakukan screening kelainan down syndrome. Pada usia kandungan 6 sampai 7 bulan, jalani screening kelengkapan organ tubuh luar dan organ dalam (screening kelainan kongenital).

    4. Pilih fasilitas
    Pilih fasilitas kesehatan yang memadai dengan paket harga ekonomis. Paket itu misalnya USG-papsmear dan kesehatan anak. Beberapa rumah sakit mempunyai program senam hamil dan konsultasi dengan ahli gizi untuk memantau perkembangan ibu hamil serta si kecil.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Ingat 5 Hal Penting Sebelum Beli Lipstik

    3 Perawatan Wajah Sederhana agar Kulit Selalu Segar
    Membangun Kemesraan Abadi dengan Pasangan, Pasti Bisa


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.