Don Hasman Giat Jelajah Alam di Usia Lanjut, Apa Resepnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Don Hasman di depan karyanya saat berpameran di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.(TEMPO/M.Syaifullah)

    Don Hasman di depan karyanya saat berpameran di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.(TEMPO/M.Syaifullah)

    TEMPO.CO, Jakarta - Usianya sudah menginjak 77 tahun. Don Hasman, namanya. Namun, pria yang berprofesi sebagai fotografer ini masih aktif dan setia dengan kegiatan mendaki dan menjelajah ke berbagai pelosok negeri. Siapapun yang pernah bertemu pasti akan kagum dengan prestasinya.

    Om Don -begitu dia akrab disapa, telah mendaki banyak gunung di dunia dan menjelajah suku-suku pedalaman. Dia adalah orang Indonesia pertama yang mendaki Himalaya pada 1978. Selain itu, dia juga melakukan pendakian ke puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania pada 1985. Pendakian ke Gunung Gede Pangrango bahkan sudah dilakukannya lebih dari 200 kali.

    Di usia yang tak lagi muda, tentu ada tantangan tersendiri saat melakukan kegiatan mendaki dan menjelajah. Om Don pun membagi kiatnya kepada khalayak. Agar pendakian cukup aman, bagi Om Don, yang utama adalah persiapan. Lakukan persiapan sejak jauh hari, mulai dari logistik, kesehatan, obat-obatan, dan lain lain.

    Persiapan dilakukan minimal delapan minggu sebelum keberangkatan. Ini diperlukan agar bisa melakukan latihan aerobik dan anaerobik secara intensif. Karena ini untuk meningkatkan hemoglobin, sehingga dapat mengangkut oksigen dari paru-paru untuk disebarkan ke seluruh tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Logistik juga harus seimbang. Disarankan tidak membawa nasi maupun mi instan, karena ini akan sangat merepotkan. Disarankan membawa granola dengan kalori yang tinggi dan banyak. Makanan rata-rata mengandung 2.500 kalori, tergantung berat badan. Jika berat badan berlebih, maka perlu kalori yang lebih.

    Bawalah air yang mengandung ion mineral 2,5- 3,5 liter. Sebaiknya, bukan air mineral biasa. Filter, serupa alat, dapat menjadi pengganti untuk memenuhi kebutuhan air selama perjalanan.

    Konsultasi ke dokter sebelum pendakian juga tidak kalah penting. Kenali karakter kesehatan Anda sebelum berpergian. Siapkan obat-obatan. Tak lupa kenali kondisi alam dimana Anda akan pergi. "Saya pikir jika sesuatu sudah diperhitungkan, maka tak akan ada kendala. Kendala yang tak bisa dihindari manusia adalah gejala alam," katanya.

    Menurutnya, pendakian memberi banyak manfaat karena berhadapan dengan alam, udara yang bersih, dan pemandangan yang indah. Baik pula untuk ekonomi masyarakat setempat seperti tempat penginapan dan jasa pemandu. "Sebaiknya, tidak mencoba mendaki tanpa pemandu. Jika Anda memiliki uang lebih, sebaiknya gunakan pemandu. Daripada hilang, lalu mati," ujarnya.

    Ketika berpergian Om Don selalu memiliki tujuan. Agar memiliki manfaat, maka Om Don selalu merancang tujuan untuk apa dia pergi. "Saya pergi untuk menjaga hubungan dengan relasi dan membuat buku foto. Meski tujuan itu yang diutamakan, namun tetap dinikmati," katanya.  

    Berpergian, termasuk mendaki, adalah upayanya mencari kegiatan. Kegiatan ini dapat menyumbang untuk menjaga kesehatan. Sebab, dengan berpergian maka Anda bertemu banyak orang. Di lokasi tujuan, Anda juga akan mendapat udara yang bersih dengan panorama alam luar biasa. "Nah, salah satu outputnya adalah buku. Buku menjadi nilai tambah sehingga kegiatan ini dapat menghasilkan sesuatu," ungkapnya.

    BISNIS

    Berita lainnya:

    6 Gejala Serangan Jantung yang Kerap Diabaikan

    Rambut Rontok dan Sering Sakit, Tanda Tubuh Kurang Protein

    Kate Moss Bicara Ciuman Pertama, Foto Bugil, dan Johnny Depp


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.