Sikap Atasan yang Tak Layak Jadi Panutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bos Galak/Marah. Shutterstock.com

    Ilustrasi Bos Galak/Marah. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerja tak selalu menyenangkan. Satu hal yang dapat membuat pekerjaan Anda lebih tak tertahankan adalah bekerja dengan atasan yang mengerikan. Studi menemukan sekitar separuh karyawan meninggalkan pekerjaan mereka karena atasan yang menyebalkan.

    Mempelajari cara bagaimana menghadapi bos yang mengerikan ini penting karena Anda berinteraksi dengannya hampir setiap hari. Berikut ini empat jenis atasan terburuk dan cara menghadapi mereka:

    1. Micromanager
    Selalu memperhatikan saat bekerja karena dia tidak mempercayai Anda! Ini adalah tipe atasan di mana sebagian besar karyawan tidak mau berurusan dengannya. Ketika dipimpin oleh atasan seperti ini, Anda tidak dapat membuat langkah tanpa persetujuannya.

    Anda juga mungkin diminta untuk kembali melakukan sebagian besar tugas yang tidak sesuai dengan keinginannya. Tak ada yang terlihat baik di mata seorang micromanager karena sifat perfeksionismenya berlebihan.

    Langkah terbaik adalah tidak melawannya. Alih-alih memberontak, coba ubah cara Anda menanggapi permintaannya. Tahan godaan untuk mengeluh atau mengabaikan arahan atasan.

    2. Bos hantu
    Tenang dulu. Yang dimaksud dengan bos hantu disini bukanlah arwah gentayangan yang menyamar jadi atasan Anda. Tipe atasan seperti ini jarang berada di sekitar karyawannya. Dia datang untuk bekerja, menutup pintu ruang kerjanya, dan kemudian baru kelihatan muncul saat akan pulang kerja.

    Satu-satunya waktu Anda melihat penampakan atasan adalah ketika ada masalah dalam pekerjaan, terjadi krisis di tempat kerja, atau saat Anda melakukan kesalahan. Tergantung di mana Anda bekerja, tipe atasan seperti ini mungkin jarang datang ke kantor.

    Jika hal ini menggambarkan atasan Anda, Anda harus menemukan cara untuk tetap terlibat dalam komunikasi dengannya. Ini adalah tipe atasan yang akan tinggal diam, sehingga Anda keliru dengan berpikir semuanya baik-baik saja. Lalu, secara tiba-tiba Anda diminta mengundurkan diri dari perusahaan karena kinerja yang buruk.

    Jangan terkejut dengan jenis atasan seperti ini. Karenanya, penting untuk proaktif mencari tahu tentang kinerja Anda setiap waktu. Anda dapat melakukan ini dengan menjadwalkan pertemuan dengan atasan.

    3. Tidak bisa apa-apa
    Situasi ini akan membuat Anda merasa seperti memimpin atasan. Bayangkan Anda memiliki atasan yang masih sangat muda atau tidak punya pengalaman, yang tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tidak tahu harus bagaimana. Hal ini cukup membuat frustasi, terutama jika Anda lebih berpengalaman dibanding atasan. Rasanya Anda seperti membimbing seseorang yang seharusnya membimbing.

    Anda harus berhati-hati ketika berhubungan dengan tipe atasan seperti ini. Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana tipe orang seperti ini bisa mendapatkan pekerjaan, apalagi dengan posisi yang tinggi. Ada kemungkinan dia mendapatkan posisi itu dari hasil nepotisme atau kongkalikong dengan "orang dalam", sehingga Anda perlu melakukan pendekatan dengan hati-hati.

    Lakukan pertemuan dengan atasan untuk menyampaikan masalah Anda, tapi jangan kasar atau arogan. Akan lebih baik jika Anda juga mengundang atasan lain yang lebih berpengalaman untuk ikut pada pertemuan tersebut, sehingga semua bisa mencari solusi terbaik.

    4. Sok tahu
    Tipe atasan yang satu ini merupakan kebalikan dari atasan yang tidak tahu apa-apa. Bahkan jika dia melakukan sesuatu yang salah, mengambil keputusan yang salah, dan mengalami kegagalan total, dia tetap berkukuh paling tahu apa yang terbaik.

    Anda mungkin punya saran untuk menyelesaikan proyek karena sudah berpengalaman berurusan dengan situasi yang sama. Tapi atasan yang sok tahu ini akan bersikeras bahwa Anda harus melakukan sesuatu dengan caranya. Bila ada yang salah, maka itu tiba-tiba menjadi kesalahan Anda.

    Cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah dengan mencatat segala sesuatu yang dikatakan oleh atasan, bahkan untuk urusan kecil sekalipun. Sehingga, jika dia mengatakan tidak memberitahu untuk melakukan sesuatu dan proyek yang dikerjakan gagal total, Anda bisa merujuk ke catatan tadi. Dengan cara ini, jika dia hendak memecat karena mengganggap Anda telah menghancurkan sebuah proyek besar, ada memiliki bukti yang dapat digunakan untuk mendukung pembelaan.

    CHEATSHEET | LUCIANA

    Berita lainnya:

    Jenis Latihan Tubuh untuk Atasi Nyeri Punggung
    Intip Ruang Makeup Lady Gaga di Panggung Super Bowl
    Daftar Makanan dan Minuman Pengganggu Metabolisme Tubuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.