Trik Olah Mentega Beku Sebelum Memanggang Kue Kering

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mentega parut. Thekitchn.com

    Ilustrasi mentega parut. Thekitchn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mentega hampir selalu digunakan dalam membuat kue kering. Untuk menghasilkan kue kering yang renyah, pakailah mentega beku atau kocok mentega dalam keadaan beku. Dalam mengaduk adonan juga tidak boleh terlalu kuat agar tidak kenyal dan kue menjadi keras.

    Adonan kue kering akan mengembang saat dipanggang. Jika kesulitan mengaduk mentega beku, Anda bisa memarut atau memotongnya dalam ukuran kecil. Berikut ini manfaat mentega parut untuk adonan kue kering seperti dikutip dari laman The Kitchn:

    1. Mentega parut mempercepat adonan lembut
    Sebelum memanggang adonan kue, kita harus melembutkan mentega beku dulu. Sebab, salah satu kunci agar kue lembut mengembang adalah mentega harus lembut agar tidak meleleh berantakan.

    Memarut mentega dan membiarkannya beberapa menit akan membuat adonan cepat lembut. Setelah itu, Anda bisa mencampurkan baking soda kemudian memanggangnya.

    ADVERTISEMENT

    2. Mentega parut mempercepat adonan tercampur rata
    Kunci dalam membuat kue kering atau biskuit adalah mentega beku agar kue meleleh saat dipanggang dalam oven. Mentega beku dapat mengangkat dan membentuk lapisan yang kering.

    Biasanya kita memotong mentega beku dan mencampurkannya ke dalam tepung. Kini cobalah memarut mentega beku menjadi serpihan kecil. Cara ini akan membuat adonan lebih cepat tercampur rata. Hanya butuh waktu beberapa detik agar parutan mentega beku tercampur dengan tepung.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    5 Bahan Makanan Bahaya untuk Berat Badan Anda
    Intip Ruang Makeup Lady Gaga di Panggung Super Bowl
    Pandangan Psikolog Soal Sikap Kasar Remaja di Media Sosial


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.