Apakah Takaran Garam dan Gula Anda Sudah Sesuai?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda berapa takaran asupan garam dan gula yang Anda butuhkan setiap harinya, dan bagaimana cara untuk mengetahuinya?

    "Kita bisa melakukannya dengan proses," kata Emilia Achmadi, Clinical Dietitian-Foon Nutrition Expert, Disease Prevention & Sport Nutrition. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar asupan gula dan garam hariannya sesuai dengan takaran dan kebutuhan. Berikut ini langkahnya:

    1. Ketahui jumlah takaran gula dan garam yang dianjurkan
    Berdasarkan aturan standar yang berlaku di Indonesia, diketahui takaran garam yang diperbolehkan setiap hari sekitar 2.000-2.400 miligram atau satu sendok teh dan 50 gram untuk gula.  

    2. Cari tahu berat badan ideal
    Hal ini dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan menghitung indeks massa tubuh. Jangan cuma fokus pada berat, tapi juga seimbang atau tidaknya dengan tinggi badan yang dimiliki. Rumusan IMT yang biasa digunakan untuk orang rata-rata, bukan atlet atau anak-anak, adalah IMT = Berat Badan : (Tinggi Badan x Tinggi Badan), dengan hasil angka kewajaran antara 19 (ambang batas bawah) sampai 25 (ambang batas atas).

    3. Ukur rasio lingkar pinggang dan lingkar pinggul
    Idealnya rasio yang membuat kita terlihat seperti buah pir, alih-alih apel yang berarti ukuran perut lebih besar dibanding pinggul. Badan bentuk apel atau penumpukan lemak di sekitar perut inilah yang memperbesar kemungkinan tubuh terkena penyakit-penyakit degeneratif.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Ini Rahasia Bahagia Warna Negara Denmark

    Truly Premium Outlet, Belanja di Mal Ala Factory Outlet

    Perut Lady Gaga Jadi Bahan Olok-olok di Sunday's Super Bowl


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.