Asupan Energi Sarapan Anak Indonesia Masih Kurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli menyatakan kebiasaan sarapan tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik tapi juga perkembangan psikologis dan pembentukan karakter. Ahli gizi Ali Khomsan mengatakan sarapan dengan nutrisi yang seimbang memenuhi 15-30 persen kebutuhan total energi per hari sehingga berperan penting untuk menunjang produktivitas sepanjang hari.

    Hanya saja, sekitar 44,6 persen anak Indonesia masih mengkonsumsi sarapan yang kurang berkualitas atau yang asupan energinya hanya memenuhi kurang dari 15 persen total kebutuhan energi per hari. "Penting juga untuk diperhatikan komposisi dan keberagaman zat gizi, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk meningkatkan kualitas sarapan," ujarnya, Kamis, 9 Februari 2017.

    Selain itu, studi dari pusat penelitian Universitas Sussex di Inggris pada 2012 menunjukkan kebiasaan sarapan sehat dapat membantu meningkatkan kemampuan mental, kemampuan mengerjakan soal, kordinasi mata-tangan, hingga menurunkan kecemasan saat menghadapi stres.

    "Tidak hanya dari aspek kesehatan dan gizi, sarapan juga berkontribusi dalam pembentukan karakter anak yang siap menghadapi tantangan sepanjang hari dan membentuk generasi masa depan yang tangguh dan berkualitas," ujar psikolog Vera Itabiliana.

    ADVERTISEMENT

    BISNIS

    Artikel lain:
    Kiat Pilih Tas Ransel untuk Anak
    Membaca Kepribadian Lewat Tulisan Tangan
    Bekal agar Anak Cerdas Mengelola Uang Sesuai Tahapan Usia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?