5 Perubahan Tubuh yang Patut Dicurigai Gejala Kanker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker sejak dulu dicap sebagai salah satu penyebab kematian utama di dunia. Di Indonesia, sepanjang 2016 jumlah penderita kanker diprediksi mencapai angka 350 ribu orang

    Salah satu hal yang membuat kanker begitu mematikan adalah kurangnya kesadaran atau tindakan deteksi dini. Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia, dr. Aru Wisaksono Sudoyo, dan Ketua Bidang Sosial Yayasan Kanker Indonesia, dr. Sonar Soni Panigoro, 70 persen pasien kanker di Indonesia baru mendatangi dokter ketika penyakit sudah berada pada stadium tiga atau empat.

    Hal inilah yang memperkecil angka kesempatan hidup para penderita kanker. “Sebisa mungkin kanker ditemukan dalam stadium lebih dini karena kalau di stadium satu dan dua harapan hidup bisa sampai 90 persen, sementara untuk stadium tiga dan empat itu sudah tinggal 20 atau 30 persen,” kata Aru Wisaksono.

    Untuk bisa mendeteksi tanda-tanda kanker secara dini, setiap orang harus selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada dirinya dan orang di sekitar, khususnya keluarga. Adapun sejumlah tanda yang perlu diwaspadai atau dianggap sebagai sinyal berupa lampu kuning yang ditunjukkan oleh tubuh adalah:

    1. Penurunan berat badan
    Penurunan berat badan secara drastis tanpa adanya pengurangan jumlah asupan makanan. Hal ini ditenggarai bisa menjadi sinyal atau lampung kuning bahwa terjadi sesuatu pada tubuh.

    2. Benjolan pada tubuh
    Salah satu tanda yang paling umum terkait kemungkinan adanya kanker dalam tubuh adalah terjadinya benjolan tapi tidak semua benjolan mengarah pada kanker. Adapun benjolan yang perlu diwaspadai adalah  yang menetap atau tidak kunjung hilang dalam waktu yang lama.

    3. Lesu
    Rasa lesu berkepanjangan bisa jadi sinyal atau pertanda bahwa tubuh sudah dijangkiti oleh penyakit lain dan bukan hanya sekedar merasa lesu.“Rasa lesu dan lelah karena hemoglobin (HB) turun, kalau HB kita selalu rendah sudah harus mulai dijalankan pemeriksaan untuk mencari tahu sebabnya,” sebut Aru.

    4. Rasa sakit
    Sinyal lain yang kemungkinan menunjukkan adanya perkembangan sel kanker dalam tubuh adalah rasa sakit atau nyeri yang konstan di satu daerah tubuh.

    5. Pendarahan
    Satu lagi tanda yang berpotensi menunjukkan adanya gangguan pada tubuh adalah pendarahan yang terjadi, baik dari daerah yang lazim maupun tidak lazim, pada tubuh di saat yang tidak lazim, seperti keluarnya darah dari dubur, darah dari saluran urine, khususnya bagi kaum pria, dan pendarahan di luar masa haid bagi wanita.

    Aru menambahkan, sebenarnya sebuah sel kanker memerlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk bisa berubah menjadi penyakit kanker ganas yang mematikan. Untuk itulah deteksi dini sangat diperlukan sebelum sel abnormal yang muncul pada tubuh dan menjadi cikal bakal kanker benar benar berkembang menjadi kanker ganas.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan
    7 Makanan Pencegah Kram Saat Hamil
    Wajib Tahu, Maag Bukan Dipicu Telat Makan atau Masuk Angin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.