Bepergian Naik Pesawat Terbang? Siapa Takut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tertidur di pesawat. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tertidur di pesawat. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Pesawat terbang menjadi salah satu transportasi yang nyaman dan cepat. Namun, bagi sebagian orang, naik pesawat bisa menghadirkan rasa takut. 

    Berdasarkan data yang dilansir dari laman Star, rasa takut menaiki pesawat terbang merupakan sebuah fobia yang kompleks. Untungnya, ada sesi psikoterapi yang dapat membantu mereka mengelola rasa takut saat mengalami kondisi tersebut.

    Teknik latihan mental ini dapat membantu orang-orang dengan rasa takut tersebut. Idealnya, dalam memulai latihan ini, diperlukan waktu setidaknya dua bulan sebelum penerbangan dan harus dipersiapkan sepenuhnya.
     
    Buat yang memiliki fobia saat naik pesawat, berikut ini beberapa latihan sofrologi sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mengelola rasa takut saat akan naik atau berada di pesawat terbang.

    1. Memvisualisasikan setiap tahap perjalanan
    Rasa takut dapat dikurangi dan diatasi dalam sesi sofrologi dengan cara memvisualisasikan setiap tahap perjalanan yang akan dilakukan, dari meninggalkan rumah, tiba di bandara, pemeriksaan, fase kritis saat lepas landas, selama perjalanan, hingga saat mendarat. Visualisasi ini membuat orang tenggelam pada semua situasi dalam batas-batas ketenangan pikiran dan tubuh.

    ADVERTISEMENT

    2. Mengkondisikan fase paling stres
    Sumber fobia naik pesawat bagi setiap orang tentu tidak sama. Kekhawatiran yang paling umum dirasakan perihal kecelakaan, masalah teknis, dan terjatuh. Mengkondisikan pikiran pada fase terburuk menjadi bagian dari teknik sofrologi. 

    Metode ini dikatakan dapat membantu pemilik rasa takut tersebut sedekat mungkin dengan penyebab rasa takut, sehingga dapat semakin mengurai hubungan negatif yang dibangun otak. Biasanya, tahap paling stres bagi orang yang memiliki fobia terbang adalah saat akan lepas landas dan akan mendarat. Karena itu, kondisikan pikiran pada fase tersebut agar mental dan tubuh terbiasa.

    3. Cobalah untuk tenang dan bernapas teratur
    Untuk sebagian orang, berada di dalam pesawat terbang adalah pengalaman yang membuat hilang kontrol. Hal tersebut menyebabkan kepanikan, jantung berdebar, sesak napas, perasaan tak menentu, telapak tangan berkeringat, gemetar, dan pusing.

    Latihan sofrologi dapat membantu untuk tetap tenang dengan cara melakukan teknik pernapasan yang dapat mendukung pembebasan emosional serta pikiran yang lebih tenang. Mulailah salah satu latihan dengan menghirup napas selama 4 detik menggunakan teknik pernapasan dalam perut dan mengeluarkannya selama enam detik. Cara ini dapat dilakukan selama enam kali per menit.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan
    Ini Lho, Berbagai Penghematan Ala Restoran
    Kurangi Pil Pengontrol Kolesterol, Santap Makanan Berikut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...