Urine Berwarna Biru, Hijau, atau Hitam. Ada Apa Gerangan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi urin. shutterstock.com

    Ilustrasi urin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Air seni atau urine kadangkala tidak kita perhatikan saat buang air kecil. Padahal, dari urine ini kita bisa mengetahui apakah tubuh mengalami gangguan atau tidak dari warnanya.

    Urine terbentuk di ginjal yang menyaring produk limbah dari darah ke dalam urine dan bermanfaat atau penting kembali ke dalam darah. Proses ini disebut reabsorpsi. Kadang-kadang, beberapa zat yang bermanfaat, seperti protein, sel darah merah, dan banyak zat yang lebih berguna diekskresikan melalui urine.

    Warna urine merupakan indikator kesehatan yang penting, seperti penanda penyakit ginjal atau penyakit lain. Oleh karena itu, warna, bau, dan konsistensi urine bisa bercerita banyak tentang apa yang terjadi di dalam tubuh.

    Banyak tes diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan urin. Namun Anda harus memiliki pengetahuan tentang sinyal perubahan warna urin apa tentang kesehatan. Kuning jerami adalah warna urine yang sehat.

    ADVERTISEMENT

    Perubahan warna urine dapat dikaitkan dengan seberapa banyak atau sedikit air yang telah diminum. Hal lain yang dapat mewarnai urine adalah makanan dan beberapa obat. Warna urine akan kembali ke level normal setelah obat dihentikan. Berikut  beberapa warna urine dan maknanya yang berhubungan dengan kesehatan.

    1. Kuning bening
    Urine kuning bening biasanya merupakan tanda yang baik dan tubuh terhidrasi. Namun, dalam beberapa kasus bisa jadi kita mungkin minum terlalu banyak dan berisiko keracunan air. Overhidrasi berarti bahwa kita minum lebih dari yang dibutuhkan dan mungkin membahayakan tubuh. Meski demikian, hal ini tidak menimbulkan penyakit berbahaya.

    2. Tidak berwarna
    Urine berwarna lebih transparan dapat menjadi indikator diabetes. Jika urine tidak memiliki warna sama sekali, juga bisa menjadi tanda diabetes. Gejala lain termasuk selalu haus dan sering buang air kecil. Jika merasa perlu minum sepanjang waktu, kita harus melakukan tes diabetes.

    3. Kuning gelap
    Kuning jerami adalah warna urine yang sehat. Jika lebih gelap, hal ini dapat menjadi indikator tubuh dehidrasi dan perlu minum. Ketika air seni menjadi lebih terkonsentrasi biasanya disertai dengan bau yang lebih kuat. Beberapa makanan juga bisa membuat urine gelap, misalnya akar bit.

    4. Coklat
    Urine berwarna coklat bisa menjadi gejala adanya gangguan penyakit. Jika hati tidak bekerja dengan baik, garam empedu yang seharusnya dihilangkan lewat kotoran mungkin dibuang melalui urine sehingga konsentrasinya dalam darah tinggi. Hepatitis, suatu peradangan hati, adalah contoh dari kondisi hati yang membuat urine berwarna coklat.

    5. Merah
    Warna merah muda bisa berasal dari darah dalam urine, sebuah kondisi yang dikenal sebagai hematuria. Merah biasanya warna yang paling mengkhawatirkan. Banyak penyebab urine merah, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal dan kandung kemih, atau kanker ginjal, prostat. Kandung kemih juga bisa menyebabkan pendarahan dan membuat merah urine.

    Buang air kecil dapat disertai nyeri dalam kasus ini dan mungkin sulit. Warna urine merah atau merah muda juga bisa berasal dari makanan dan zat tertentu yang tertelan. Makanan yang memberikan warna merah urine meliputi bit, beri hitam, dan rhubarb. Jika perubahan warna bukan karena makanan dan itu terjadi lebih dari sekali, ini juga bisa menandakan bahwa ada masalah kesehatan yang serius.

    6. Biru
    Ada juga kondisi langka yang dikenal sebagai porfiria, yang diwariskan enzim yang dapat membuat urine biru atau ungu. Namun, urine dapat memiliki semburat kebiruan itu dan paling sering disebabkan oleh makanan dan obat-obatan yang mengandung pewarna tertentu. Obat-obatan yang menyebabkan urine menjadi biru adalah triamterene (diuretik ringan) atau viagra.

    7. Hijau
    Jika ada beberapa nanah dalam urine, warnanya bisa menjadi hijau. Infeksi saluran kemih adalah penyebab paling umum, bisa juga disebabkan oleh makanan seperti asparagus. Baunya juga berbeda dan dapat disebabkan oleh makan licorice hitam atau makanan yang mengandung pewarna yang kuat yang tidak bisa diserap dalam usus.

    8. Berbusa
    Penyebabnya adalah protein dan atau masalah ginjal dan kandung empedu. Jika urine sering berbusa, segera konsultasikan ke dokter.

    9. Abu-abu keruh
    Urine berwarna abu-abu dapat menandakan adanya darah mikroskopis dan infeksi saluran, infeksi kandung kemih, atau batu ginjal. Beberapa penyakit menular seksual seperti gonore juga dapat mengubah warna urine, begitu juga keputihan.

    10. Hitam
    Warna hitam mungkin karena bahan kimia dan masalah kesehatan. Konsultasikan dengan dokter.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Tidur Telanjang Baik untuk Kesehatan
    7 Makanan Pencegah Kram Saat Hamil
    Kurangi Pil Pengontrol Kolesterol, Santap Makanan Berikut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...