Ini Lho, Berbagai Penghematan Ala Restoran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria memilih restoran saat berlibur. shutterstock.com

    Ilustrasi pria memilih restoran saat berlibur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan di restoran sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Harapan mereka tentu saja bisa menikmati makanan enak yang tidak ditemukan pada menu sehari-hari di rumah.

    Hanya saja, tak banyak yang tahu bahwa pihak restoran pun memiliki trik sendiri untuk melakukan penghematan, terutama di rumah makan dengan tarif yang tidak terlalu mahal. Cheat Sheet mengungkapkan beberapa trik penghematan itu dengan mengambil artikel di The Guardian dan juga pengalaman pribadi penulisnya. Apa saja triknya?

    1. Mencampur saus
    Jangan mengira botol saus atau kecap yang penuh itu baru. Tak jarang pihak restoran mencampur saus yang tersisa di botol dengan memasukkan saus yang baru hingga botol penuh. Bisa juga campuran tersebut dituang ke botol yang masih terlihat baru atau bersih sehingga dikira saus itu benar-benar baru.

    2. Makanan sudah disiapkan
    Menjalankan bisnis restoran memang tidak mudah. Keuntungan yang didapat kadang tidak besar sehingga pemilik harus pintar-pintar mencari cara untuk meningkatkan keuntungan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan makanan dalam jumlah besar dan bila ada yang memesan menu tertentu, pihak restoran tinggal memanaskan lagi. Jadi, jangan selalu mengira nasi goreng atau ayam panggang yang kita santap baru dibuat setelah dipesan.

    ADVERTISEMENT

    3. Pekerja tak terlatih
    Tak semua pramusaji adalah lulusan akademi pariwisata atau sekolah kejuruan jurusan boga. Gaji mereka cukup tinggi sehingga tak bisa menekan pengeluaran. Tak sedikit pramusaji adalah lulusan sekolah umum, berpendidikan lebih rendah, misalnya SMP, dan mereka hanya menjalani pelatihan singkat. Gaji mereka pun tak sebesar lulusan sekolah khusus yang lebih terlatih dan terampil.

    4. Memakai nama yang lebih mentereng
    Tak sedikit restoran yang memberi nama menu-menunya dengan nama mentereng dan terkesan mahal untuk menaikan citra dan harga. Padahal makanan itu biasa-biasa saja dan mungkin sering kita temui sehari-hari.

    PIPIT

    Baca juga:
    Memahami Karakter Social Climber dari Tokoh Mia
    4 Tipe Orang Pemilik Sifat Ceria, Anda Salah Satunya?
    3 Hal yang Bisa Bunuh Karier Anda


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.