Jika Anak Ingin Menjadi Vlogger  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan gadget. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan gadget. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaVlogger atau video blogger kini sedang menjadi tren. Tak terkecuali di kalangan anak-anak. Buktinya, sejumlah akun di situs YouTube dimiliki oleh anak-anak dengan belasan ribu hingga ratusan ribu subscribers.

    Fenomena ini menurut psikolog keluarga Ayoe Sutomo merupakan hal yang wajar mengingat perkembangan teknologi semakin pesat. Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika si kecil ingin menjadi seorang vlogger?

    Ayoe menyarankan orang tua untuk memfasilitasi keinginan anak tersebut. "Usahakan orang tua tidak terkesan kaget apalagi melarang keinginan anak itu," ujar Ayoe.

    Orang tua, imbuh Ayoe bisa mulai dengan merespons, "Oh ya, kamu dengar dari mana tentang profesi vlogger?" Dari situ, orang tua bisa mengetahui tujuan anak ingin menjadi seorang vlogger dan memudahkan orang tua untuk berdiskusi dengan anak.

    ADVERTISEMENT

    "Dengarkan setiap alasan anak dan kenalkan anak pada konsekuensi yang akan dihadapi." Ingatkan pada anak bahwa semua orang bisa melihat dan menilai apa yang ia lakukan nantinya di dunia maya.

    Intinya, semua yang dilakukan anak di dunia maya harus diketahui dan diawasi orang tua. Pengawasan bisa dilakukan dengan meletakkan gadget di ruang yang bisa diakses orang tua dan tentukan jam-jam tertentu anak boleh menggunakannya.

    Dan sebaiknya pengenalan akan teknologi dimulai sedini mungkin. "Orang tua bisa mulai dari ketika anak duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) atau ketika anak mulai bercerita tentang temannya yang aktif di dunia maya," ujar Ayoe.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Semakin Muda Usia Belajar Bahasa, Lebih Cepat Menguasainya
    7 Rasa Bersalah pada Ibu Hamil 
    Instruktur Outing, Melatih Kesabaran dengan Anak

    Saksikan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.