Ayo Kurangi Konsumsi Gula dan Rasakan 6 Manfaatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cathal McNaughton

    REUTERS/Cathal McNaughton

    TEMPO.CO, Jakarta - Gula terbukti berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya berkaitan dengan obesitas hingga masalah jantung, gula juga mempengaruhi kerja otak, memicu kecemasan, dan kanker.

    Terlepas dari risiko kesehatan itu, penelitian membuktikan kebanyakan orang mengkonsumsi gula lima kali lipat dari dosis harian yang disarankan. Artinya, seseorang mengkonsumsi 30-45 sendok makan gula setiap harinya.

    Konsumsi gula berlebihan perlu dihindari. Jika Anda sukses mengkonsumsi gula sesuai takaran atau benar-benar mengenyahkannya dari makanan dan minuman sehari-hari, ada enam manfaat yang bisa dinikmati. Berikut ini enam manfaat tersebut.

    1. Tak lagi ingin ngemil
    Setelah berhenti mengkonsumsi gula, Anda tidak akan lagi merasakan keinginan kuat untuk makan sesuatu yang bukan disebabkan rasa lapar. Keinginan ngemil biasanya muncul setelah gula bereaksi di dalam tubuh. Reaksi tersebut akan berkurang jika konsumsinya dikurangi.

    Penelitian lain menunjukkan mengkonsumsi gula bisa menimbulkan efek kecanduan, seperti kokain dan jenis narkotik lainnya. Sekali berhenti mengkonsumsi gula, maka tubuh tak akan lagi "diperbudaknya".

    2. Membantu memperlambat penuaan dini
    Dalam sebuah proses yang dikenal sebagai glycation, gula melekat di kolagen. Akibatnya, produksi kolagen dan elastisitas kulit berkurang. Tanpa protein tersebut, kulit bisa mengendur dan kering.

    Glycation tidak bisa dihentikan ataupun diperlambat. Cara terbaik menghadapinya adalah berhenti mengkonsumsi gula. Sebab, orang yang terkena diabetes terlihat lebih tua dibanding kawannya yang sehat.

    3. Lebih langsing
    Menyetop gula bisa menghilangkan beberapa kilogram bobot tubuh. Pola makan dengan kadar gula tinggi berkontribusi kepada penambahan berat badan dan obesitas. Konsumsi gula berlebihan menyebabkan resistensi terhadap hormon insulin yang menyebabkan tubuh menyimpan ekstra lemak.

    Gula juga mengganggu kinerja hormon leptin yang bertugas mengatur nafsu makan. Akibatnya, selain menjadi ingin selalu ngemil, perut juga gampang lapar.
     
    4. Tidur nyenyak
    Jangan biarkan tubuh terpapar gula dan karbohidrat refinasi, terutama sebelum tidur. Sebab, menyantap makanan yang mengandung gula sebelum tidur dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Gula darah yang tinggi membuat Anda terjaga sepanjang malam.

    5. Tidak lagi lemas
    Orang yang mengkonsumsi banyak gula biasanya selalu kekurangan tenaga. Sebab, gula menghabiskan seluruh energi dengan cepat dan membuat Anda kelelahan.

    6. Terhindar dari diabetes
    Mengkonsumsi banyak gula dapat menyebabkan lemak menumpuk di jantung. Lemak tersebut berkontribusi terhadap resistensi insulin dan mengurangi kerja pankreas. Mayoritas kasus diabetes disebabkan konsumsi gula. Diabetes dapat memicu komplikasi masalah kesehatan lainnya.

    BOLDSKY | VINDRY FLORENTIN

    Berita lainnya:
    Tren Mode 2017 Versi Peritel Fashion Dunia
    Jangan Samakan Cinta dan Keterikatan, Ini Alasannya
    Diet Ketogenik, Boleh Dicoba Tapi Perhatikan Efek Sampingnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.