7 Tanda Anda Terlalu Manjakan Suami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi istri memakaikan atau merapihkan dasi suami. shutterstock.com

    Ilustrasi istri memakaikan atau merapihkan dasi suami. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika sedang jatuh cinta dengan seseorang, Anda cenderung untuk melakukan segala sesuatu untuknya. Ada rasa sukacita ketika melakukan hal untuk orang yang dicintai.

    Tapi dalam pernikahan, lebih baik untuk terbuka tentang kebutuhan, harapan, dan peran masing-masing. Jika tidak, Anda mungkin menjadi korban dalam perjalanan hidup yang panjang.

    Ketika Anda dan suami menjalankan peran masing-masing dengan kegembiraan dan cinta, hidup akan lebih indah, bukan? Itulah yang harus Anda lakukan. Jika tidak, Anda mungkin akan berakhir dengan sikap terlalu memanjakan suami, dan dia mungkin akan berubah menjadi suami yang malas.

    Berikut adalah beberapa contoh Anda terlalu memanjakan suami:

    Tanda #1
    Meskipun Anda sibuk dengan pekerjaan, Anda tidak membiarkan dia melakukan apa-apa. Bahkan ketika Anda sakit, Anda melakukan semua pekerjaan rumah tangga dan meminta dia untuk beristirahat.

    Mencintai suami adalah hal yang baik, tetapi jika Anda melakukan segala sesuatu dan tidak pernah membiarkan dia untuk melakukan sesuatu di rumah, maka Anda salah memperlakukannya. Hal ini seperti mengatakan kepadanya bahwa Anda tidak memiliki harapan dari dia. Anda tidak perlu memaksa dia untuk melakukan apa-apa, tetapi ketika Anda membutuhkan dukungan, Anda harus bisa mendapatkannya. Komunikasikan kebutuhan Anda dengan baik.

    Tanda #2
    Dalam hubungan apapun, jika salah satu bekerja terlalu keras, yang lain akan berubah malas. Jadi, lebih baik untuk berbicara tentang harapan Anda kepada suami. Anda tidak perlu mengganggu atau mengomeli dia untuk membersihkan rumah. Tapi, pastikan bahwa dia juga melakukan sesuatu untuk merasa terlibat dalam mengurus rumah.

    Tanda #3
    Dalam argumen, apakah dia membawa kesalahan masa lalu Anda? Apakah Anda diam-diam menangis? Nah, maka Anda melakukan terlalu banyak baginya. Anda berdua perlu datang ke kesepakatan: semua kesalahan masa lalu harus dilupakan. Mempertahankan daftar kesalahan satu sama lain hanya akan memperburuk semua argumen Anda.

    Tanda #4
    Apakah dia meminta semua password Anda (Facebook, Whatsapp, atau rekening bank)? Nah, jika Anda memberikan semua password yang Anda punya, maka tidak ada salahnya Anda juga meminta password miliknya.

    Tanda #5
    Apakah dia sering pulang terlambat ke rumah karena berkumpul dahulu dengan teman-temannya sepulang kerja? Katakan padanya bahwa Anda juga ingin menghabiskan waktu seperti itu. Tapi, kehidupan pernikahan adalah tentang memberikan lebih banyak waktu untuk keluarga. Bersenang-senang dengan teman-teman tidak mengapa barang sekali dalam seminggu atau beberapa kali dalam sebulan.

    Tanda #6
    Bagaimana dia menangani keuangan? Apakah dia menghabiskan penghasilan Anda juga? Buat kesepakatan bersama tentang pengaturan dan pengelolaan keuangan rumah tangga. Jika tidak, hal ini bisa berubah menjadi masalah besar.

    Tanda #7
    Siapa yang merawat si kecil sepanjang waktu? Apakah itu Anda? Tanpa memaksa dia, cobalah untuk sampaikan bahwa manusia harus bereproduksi hanya jika mereka bersedia dan sepakat untuk berbagi peran sebagai orangtua secara adil. Ini mungkin bisa membantu dia memahami tugasnya sebagai seorang ayah.

    BOLDSKY | LUCIANA

    Baca juga:
    Dampak Stres pada Gairah Seksual dan Kiat Mengatasinya
    8 Kebiasaan Suami yang Bikin Istri Minta Cerai
    Kiat Bijakasana Pakai Media Sosial Setelah Putus Cinta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.