Terungkap Alasan Seseorang Lebih Percaya Berita Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. dailymail.co.uk

    Ilustrasi. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran berita palsu atau yang yang akrab kita kenal dengan sebutan hoax, kian tak terkendali. Berita hoax ramai bertebaran di media sosial. Di Indonesia, hoax terutama disebabkan situasi politik yang terus memanas.

    Selain bikin pusing, berita hoax juga sangat mungkin menimbulkan gangguan psikologis. Kebenaran semakin sulit dibedakan. Bahkan, berita hoax cenderung menyebabkan candu yang membuat penikmatnya semakin tersesat ke dalam sesuatu yang tidak nyata.

    Studi terbaru yang dilakukan David Rapp, psikolog asal Universitas Northwestern, Amerika Serikat, baru-baru ini mengungkap alasan mengapa orang mudah percaya dan menyukai berita palsu. Menurut hasil studinya, banyak orang percaya pada berita palsu karena lebih mudah dicerna dan masuk ke dalam memori otak dibanding harus bersikap kritis dan menganalisis setiap informasi yang mereka dapatkan.

    Menurut Rapp juga, sekalipun kemudian muncul informasi-informasi baru yang disajikan, misalnya seperti klarifikasi atau pelurusan berita, memori otak tetap menarik informasi pertama, meskipun informasi tersebut salah.

    “Orang cenderung berpikir mereka dapat berpegang pada kabar pertama. Tapi, tersimpan dalam memori tidak lantas membuat informasi tersebut benar,” kata Rapp dalam jurnal keluaran Psychology Today yang berjudul New Research Shows Why People Believe False Information.

    Lebih lanjut, studi tersebut juga menunjukkan menjadi lebih sulit lagi untuk menghindari informasi yang salah ketika informasi yang salah dan akurat beredar dan berkembang pada waktu yang bersamaan. Rapp mengatakan, kita dibombardir dengan informasi sepanjang hari, jadi tidak mungkin untuk mengevaluasi secara kritis semua kabar yang beredar.

    ”Kita sering beralasan menggunakan sumber yang tepercaya. Bukan berarti malas (memeriksa kebenaran), meskipun itu pasti berhubungan erat dengan masalah ini (percaya dengan berita palsu),” ujar Rapp.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Mendeteksi Penyakit Lewat Titik Nyeri di Perut
    Penyebab Ibu Hamil Kerap Mimpi Aneh dan Apa Artinya
    Inspirasi Dewi Yunani dalam Koleksi Couture Valentino


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.