Waspadai Meningitis, Apa Saja Gejalanya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sakit kepala meningitis. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sakit kepala meningitis. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Kasus meningitis makin mengkhawatirkan. Di Amerika Serikat, beberapa orang bocah meninggal dunia dalam dua bulan terakhir. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dalam kurun waktu 2003-2007, ada 4.100 kasus meningitis, dan 500 orang dilaporkan meninggal dunia akibat menderita penyakit ini.

    Setiap orang bisa terserang meningitis. Tapi risiko terbesar ada pada balita, anak-anak, dan remaja. Pada bayi dan balita, meningitis lebih mudah menyerang karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna.

    #Cara kerja bakteri hingga menyebabkan penyakit meningitis
    Bakteri meningitis menyebar dari orang ke orang melalui organisme di hidung dan mulut. Makhluk-makhluk organik itu berkelana ke dalam aliran darah dan menyebabkan pembengkakan pada lapisan pelindung otak, disebut juga meninges, dan inti tulang belakang.

    Ada tiga jenis bakteri penyebab meningitis, yakni Haemophilus influenzae tipe b (H flu atau Hib), Neisseria meningitidis (meningococcus), dan Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Bakteri Enteroviruses macam EV68 juga bisa menyebabkan meningitis.

    #Apa saja gejalanya?
    Demam tinggi, mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, linglung, nyeri persendian, leher kaku, dan ruam-ruam merah adalah tanda-tanda serangan meningitis. Pada bayi, gejalanya terlihat seperti flu dan makin buruk, serta membuat bayi menjadi cengeng, tidak nafsu makan, dan lesu.

    Bila tidak terdiagnosis, penderita meningitis bisa pingsan. Pembengkakan di tengkorak bisa menyebabkan kerusakan otak dan antara 10-15 persen penderitanya akan kehilangan pendengaran, sedangkan 3-10 anak meninggal karena penyakit ini.

    “Banyak yang harus dilakukan, juga dipengaruhi seberapa cepat penyakit itu teridentifikasi dan seberapa cepat ditangani,” kata dokter anak Dr Michael Brady kepada Foxnews

    Meningitis bisa dicegah. Brady menyarankan vaksin untuk menangkal berbagai bakteri penyebab meningitis. Para orang tua juga diminta bersiaga. Bila anak-anak terlihat mengalami gejala meningitis dan belum pernah divaksin, segera bawa mereka ke dokter.

    PIPIT

    Baca juga:
    Jurus supaya Istri Bersemangat Turunkan Berat Badan
    Coba Pola Diet yang Disepakati Para Ahli
    Meniru Gaya Hidup dan Pola Makan Sehat Para Biksu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.