Rabu, 26 September 2018

7 Alasan Kamu Boleh Tidak Mandi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. dailymail.co.uk

    Ilustrasi. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang sangat menikmati kegiatan membersihkan diri alias mandi. Tapi, bagi sebagian orang lain, mandi bagaikan sebuah beban.

    Banyak dari kita dibesarkan dengan ritual mandi dua kali sehari. Saat mandi, kita menyikat gigi, membersihkan tubuh dengan sabun, dan keramas. Meskipun mandi penting untuk menjaga kebersihan, sebenarnya ada saat-saat ketika Anda dapat melewatkan mandi, dan itu justru malah membuat kondisi kulit jadi lebih baik.

    Mandi setiap hari dapat membuat kulit kering dan membunuh bakteri baik. "Kulit memiliki banyak bakteri baik yang menjadi pelindung sekaligus pencegah infeksi kulit," kata dokter Jill Waibel, pendiri Miami Dermatology dan Laser Institute.

    Ketika mandi, Anda tidak hanya membersihkan kotoran, tapi juga mengganggu keseimbangan mikroba ini. Menggunakan sabun antimikroba dapat memusnahkan bakteri baik yang mengakibatkan infeksi kulit.

    "Mandi secara berlebihan dapat mempengaruhi keseimbangan ini," ucap Waibel. Namun, jika tubuh berkeringat setelah berolahraga atau terkena debu dan kotoran, Anda harus mandi demi kesehatan.

    Berikut ini tujuh kondisi saat Anda tidak perlu mandi.

    1. Saat udara dingin
    Saat udara dingin, Anda memang bisa mandi dengan air hangat sebagai solusi. Namun perlu diketahui, mandi dengan air hangat dapat menyebabkan kulit kering. "Karena kulit kehilangan kelembapannya yang terkikis air hangat dan sabun," ujar Waibel. Jika benar-benar harus mandi dengan air hangat, Anda dianjurkan tidak berlama-lama, cukup sepuluh menit, atau atur temperatur air hangat menjadi hangat kuku, dan segera pakai pelembap kulit setelah mandi.

    2. Setelah menggunakan self-tanner
    Alasan kecantikan juga bisa membuat Anda terpaksa tidak mandi, terutama setelah menggunakan self-tanner. "Self-tanner bisa bekerja maksimal pada kulit yang tak terbasuh," tutur Waibel.

    3. Menderita eksim
    "Mereka yang mengalami dermatitis atopik (eksim) sebaiknya jangan mandi terlalu sering, apalagi mandi dengan air hangat," kata dokter kulit Shari Lipner. Sebab, mandi air hangat akan membuat kulit menjadi sensitif, kering, dan rentan infeksi.

    4. Seusai operasi
    Dokter biasanya mengingatkan agar perban penutup luka operasi tidak basah terkena air. "Jadi, akan lebih bijaksana jika Anda melewatkan kegiatan mandi dalam situasi ini," kata Lipner.

    5. Tidak berkeringat
    Apabila tubuh Anda tidak berkeringat dan tidak bau badan, Anda tidak perlu mandi. "Tidak mengapa melewatkan mandi sesekali," ucap Lipner. Syaratnya, rajin cuci tangan untuk menyingkirkan kuman dan menyikat gigi.

    6. Kulit yang sangat kering
    Jika kulit Anda ekstrakering, sebaiknya kurangi frekuensi mandi dengan air hangat. "Mandi air hangat terlalu sering dan lama akan membuat kulit semakin kering," ucap Lipner.

    7. Rambut kering
    Keramas dengan menggunakan terlalu banyak air hangat serta sampo bisa membuat rambut kering dan rapuh.

    Memang tak ada aturan baku yang menentukan kapan seseorang harus mandi. Yang penting, perhatikan apa yang terjadi pada tubuh dan putuskan, apakah Anda perlu mandi atau tidak.

    BUSTLE | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Jadilah Perempuan Periang, Maka Umurmu Panjang
    Kisah Unik di Awal 2017, Bayi Kembar Lahir Beda Tahun
    Kiat Buat Bos Perempuan Agar Klop dengan Anak Buah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.