Selasa, 13 November 2018

Dua Mimpi Ariska Putri Pertiwi yang Menjadi Satu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Indonesia, Ariska Putri Pertiwi berhasil menyabet gelar juara kontes kecantikan dunia Miss Grand International 2016. instagram.com

    Wakil Indonesia, Ariska Putri Pertiwi berhasil menyabet gelar juara kontes kecantikan dunia Miss Grand International 2016. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua impian menjadi satu. Itulah yang terwujud dalam diri Ariska Putri Pertiwi, Miss Grand International 2016. Ika -begitu dia akrab disapa, mewujudkan impian ibunya, Hariyati, yang ingin anak sulungnya menjadi juara dalam beauty pageant dan mengambil kuliah kedokteran. 

    “Sekarang udah kesampaian, terbayar,” kata Ika kepada Tempo. Ika sekarang tinggal di Bangkok, Thailand. Sejak terpilih menjadi juara pertama, Ika berdomisili selama setahun di Negeri Gajah sebagai kantor pusat Miss Grand Internasional Organization.

    Tapi Ika tidak diam saja. Ia sudah mengunjungi Laos dan Cina. Selanjutnya, ia pun akan berkeliling ke 10 negara untuk mengkampanyekan penghentian perang dan kekerasan manusia (stop the war and violence) sampai berakhirnya masa tugas pada Oktober 2016. Dan negara pertama yang akan dikunjungi pada awal Januari adalah Turki. “Saya akan visit ke tenda-tenda pengungsian korban perang di Turki. Rencananya selama 4 hari,” kata Ika. Di sana, Ika yang akan didampingi staf dari organisasi akan melihat langsung korban-korban perang, termasuk anak-anak dan perempuan.

    Menurut dia, rencana semula negara yang akan disambangi pertama kali adalah Irak. Namun karena kondisinya rawan, dipilihlah Turki. “Jangan sampai saya pergi utuh tapi pulangnya tidak utuh,” kata juara keempat Putri Indonesia 2016 ini seraya tertawa kecil. Ika yang berstatus mahasiswa kedokteran ini berencana juga mensosialisasi pola hidup sehat kepada anak-anak korban perang. Hal itu antara lain mengajak cuci tangan sebelum makan dan menggosok gigi sebelum tidur. “Hal-hal yang sederhana tapi mendasar,” kata mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini.

    Ika terpilih sebagai Miss Grand International dari 76 finalis—yang awalnya 83 peserta tapi sebagian mengundurkan diri. Pemilihan dilakukan pada 25 Oktober 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat. Ika menjadi wakil Indonesia pertama yang berhasil membawa mahkota pertama di perhelatan putri kecantikan internasional. “Saya tidak menyangka sama sekali, karena pengalaman Indonesia di ajang-ajang beauty pageant internasional paling tinggi menyabet 15 besar di Miss Universe,” kata dia. Ia hanya terpikir bakal lolos di 10 besar. “Tahu-tahunya, lolos di 20 besar, terus lolos ke 10 besar, 5 besar, 3 besar, dan juara.”

    Rahasianya, Ika selalu memotivasi dirinya untuk siap bekerja sama dengan organisasi Miss Grand International selama proses pemilihan. “Saya selalu mensugesti untuk siap bersedia bekerja sama dengan organisasi Miss Grand International,“ kata dia. Meski ia mengakui kesibukannya kini berlipat, dan terkadang lelah, Ika terus belajar menyesuaikan fisik dan mentalnya. Termasuk berpisah selama setahun dengan keluarga, pergi ke luar negeri dalam waktu 3–4 hari diselingi istirahat seminggu di Bangkok.

    Ika menuturkan ibunya berperan besar dalam kesuksesannya, karena sang ibunda sudah memotivasinya untuk mengikuti Putri Indonesia sejak usia tujuh tahun. “Dari kecil saya sudah diajak nonton Putri Indonesia,” kata dia. Selain itu, ibunya juga mendorong Ika untuk mengikuti berbagai les: piano, keyboard, biola. Ia juga aktif berolahraga. Hingga akhirnya ia mencoba ikut seleksi Putri Indonesia pada 2014 di tingkat provinsi (Sumatera Utara). Gagal. Setahun kemudian, Ika mencoba lagi dan lolos hingga akhirnya mengikuti Putri Indonesia di tingkat nasional dan meraih juara keempat pada 2016.

    Dijembatani oleh Yayasan Putri Indonesia (YPI), Ika kemudian mengikuti Miss Grand International. Menurut pihak humas YPI, Mega Angkasa, tahun 2016 ini merupakan kedua kalinya Indonesia mengirimkan wakil. Sebelumnya pada 2013, Indonesia mengirimkan Novia Mamuaya, tapi tidak menjadi juara. “Saya berterima kasih kepada Yayasan Putri Indonesia sudah menjembatani,” kata Ika yang pernah mengikuti kontes Gadis Sampul dan Putri Tenun 2009 ini.

    Sepulangnya dari Thailand, Ika berencana menghentikan sementara kegiatan beauty pageant. Ia akan melanjutkan studinya di UISU. “Karena saya sudah skripsi, tinggal sidang-sidang,” kata dia.  Apakah ia akan melanjutkan studi dengan mengambil spesialisasi bedah plastik seperti yang banyak diberitakan, Ika menjawab belum tahu pasti. “Saya akan menjadi dokter umum dulu baru berpikir langkah berikutnya, kemudian.”

    ARISKA PUTRI PERTIWI
    Tempat dan tanggal lahir: Lhokseumawe, Aceh, 13 Januari 1995
    Pendidikan: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
    Tinggi badan: 174 sentimeter
    Pekerjaan: Model
    Prestasi:
    - Miss Grand International 2016
    - Juara 4 Putri Indonesia 2016
    - Pernah mengikuti kontes Gadis Sampul, Putri Tenun, dan Putri Citra Indonesia (2009)
    Moto: Berani bermimpi dan mengambil satu langkah ke depan.

    MARTHA WARTA

    Berita lainnya:
    Hindari Tabiat Berikut ketika Bekerja di Tempat Baru
    Heboh Cheese Tart Pablo, Yuk Simak Pembuatannya
    Jadilah Perempuan Periang, Maka Umurmu Panjang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.