Dokter Herbowo: Anak Sakit Ringan Tak Perlu Buru-buru ke Dokter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Ketakutan terbesar dari seorang ibu baru adalah buah hatinya terserang penyakit. Namun, menurut spesialis anak dr Herbowo Soetomenggolo, SpA(K), anak sakit adalah hal yang wajar jika kurang dari 12 kali dalam setahun.

    "Umumnya, anak di bawah 2 tahun memang gampang sakit karena daya tahan tubuhnya belum berkembang dengan baik. Masih bisa dikatakan wajar jika anak sakit kurang dari 12 kali dalam setahun," ujarnya. 

    Yang patut diperhatikan ketika anak sakit, kata dia, adalah risiko dehidrasi, terutama jika anak menderita demam atau batuk. "Demam membuat anak rentan dehidrasi. Ketika batuk, anak kesulitan makan dan minum sehingga rentan pula mengalami dehidrasi," katanya.

    Mengenai pemberian obat ketika anak sakit, Herbowo mengingatkan bahwa obat tidak berfungsi untuk menyembuhkan, hanya membuat kondisi sedikit lebih baik. "Jadi obat hanya boleh diberikan ketika gejala-gejala yang dirasakan anak sangat mengganggu," ucap dokter yang praktek di Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta, ini.

    Penyakit yang disebabkan bakteri atau virus, seperti demam dan batuk, bisa sembuh dengan sendirinya. Kecuali jika batuk anak tak kunjung sembuh dalam dua minggu, demam tak kunjung reda hingga empat hari, atau timbul gejala lain yang condong pada salah satu penyakit tertentu, Herbowo menganjurkan untuk segera memeriksakan anak ke dokter.

    TABLOID BINTANG

    Artikel lain:
    Meriahkan Natal dengan Berbagai Kegiatan Berikut Ini
    Mengintip Tradisi Makan-makan Natal Keluarga Kerajaan
    Ayo Mewarnai Gambar dan Rasakan 5 Manfaat Terbesarnya

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.