Penuaan Dini sudah Dimulai di Usia 20-an, Cegah Sejak Awal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi membersihkan wajah. Topinspired.com

    Ilustrasi membersihkan wajah. Topinspired.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki kulit halus dan kencang adalah impian setiap orang, baik pria maupun wanita. Namun, proses penuaan pada kulit menjadi momok yang tidak bisa dihindari dan merupakan proses alamiah yang dialami setiap orang.

    Seiring bertambahnya usia, penuaan pada kulit ditandai dengan munculnya kerutan dan keriput. Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah Jakarta, Susie Rendra, penuaan pada kulit bahkan sudah dimulai sejak usia 20-an dan ditandai dengan adanya kerutan, kulit kendur, pigmentasi, kulit kering dan kasar, kulit menipis, kehilangan kekenyalan, mudah memar, dan proses penyembuhan yang lebih lambat.

    “Penuaan tidak bisa dilawan sehingga harus dicegah dan diantisipasi dengan perawatan sejak dini,” katanya.

    Susie menjelaskan penuaan kulit terjadi akibat faktor internal dan eksternal. Namun, faktor internal hanya menyumbang sekitar 10 persen. Sisanya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti paparan sinar matahari, stres, hingga gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, mengonsumsi alkohol, serta gula. Inilah yang seringkali membuat seseorang mengalami penuaan dini.

    Saat proses penuaan dimulai pada usia 20-an, dampaknya memang belum terlihat secara jelas. Tanda-tanda awal yang muncul antara lain garis senyum yang semakin dalam dan mata yang turun. Oleh karena itu dia menyarankan agar melakukan pencegahan sejak dini agar proses penuaan tidak berjalan terlalu cepat.

    Proses pencegahan ini bisa dimulai dengan memperhatikan beberapa hal. Paparan sinar matahari, misalnya, merupakan salah satu musuh utama kulit. Mereka yang bekerja di luar ruangan dengan yang bekerja di dalam ruangan akan terlihat sekali perbedaan kulitnya, terutama di usia 40-an. Untuk mencegah hal ini, Susie menyarankan agar selalu menggunakan tabir surya.

    Lantas jenis tabir surya apa yang dibutuhkan? Saat ini sebenarnya sudah banyak beredar beragam produk tabir surya di pasaran, biasanya dibedakan berdasarkan jumlah SPF yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi SPF-nya, semakin lama durasi perlindungan yang ditawarkan.

    Bagi mereka yang bekerja di dalam ruangan, Susie menyarankan agar menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 15. Adapun bagi yang bekerja di luar ruangan, minimal yang disarankan adalah SPF 30. Pemakaian tabir surya ini harus dilakukan secara konsisten dan berulang. Biasanya, tabir surya dengan SPF 15 hanya bertahan 2 jam. “Jadi dalam sehari harus dilakukan penggunaan tabir surya beberapa kali,” tambahnya.

    Selain menggunakan tabir surya, Susie juga menyarankan untuk menghindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol. Dalam sebuah penelitian terhadap dua orang kembar menunjukkan perbedaan kualitas kulit pada usia 40 tahun. Hal ini disebabkan karena salah satu dari dua orang kembar tersebut merupakan perokok aktif.

    Kebiasaan buruk lain yang juga mempercepat proses penuaan adalah senam wajah. Banyak orang yang senang menggerakkan bagian tubuh di wajah agar lebih rileks. Namun menurut Susie, hal ini justru akan menimbulkan kerutan-kerutan pada wajah karena otot sering berkontraksi.

    Guna mencegah penuaan dini, banyak orang yang menggunakan aneka krim tertentu. Sayangnya, banyak orang yang tidak konsisten menggunakannya. Padahal, Susie menuturkan, penggunaan krim ini harus dilakukan seumur hidup. “Kecuali Anda bisa menghentikan proses penuaan, pemakaian krim harus dilakukan sepanjang masa hidup. Ini bukan soal ketergantungan,” katanya.

    Adapun jenis krim yang disarankan mulai dari pembersih, toner, pelembab, dan krim malam. Namun, bagi yang memiliki jenis kulit kering disarankan agar tidak menggunakan toner. Sedangkan bagi yang kulitnya berminyak sangat disarankan menggunakan krim jenis tersebut.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Ingin Awet Muda? Pilih Mentimun Lupakan Gorengan
    Tip Praktis Membuat Kulit Segar dalam Sekejap
    Waspadalah, Ras dan Keturunan Pengaruhi Tekanan Darah Tinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.