Teknologi USG 4 Dimensi untuk Cek Kehamilan, Benarkah Ada?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan kandungan dengan USG (Ultrasonografi). marrybaby.vn

    Ilustrasi pemeriksaan kandungan dengan USG (Ultrasonografi). marrybaby.vn

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemeriksaan kehamilan dengan teknologi ultrasonography atau USG kini tidak hanya dikarenakan kebutuhan medis saja, melainkan juga karena antusiasme orang tua yang ingin melihat calon buah hati mereka. Atas alasan itulah maka teknologi USG terbaru menjadi favorit.

    Kini teknologi USG 4D atau empat dimensi tengah ramai menjadi idola. Konon pemeriksaan kehamilan dengan teknologi ini tampilan janin dalam kandungan terlihat lebih nyata. Wajah janin pun terlihat jelas. Para calon ibu pun semakin bergairah dengan kehamilannya.

    Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebetulnya teknologi USG 4D itu tidak ada? Itu hanya bahasa bisnis yang dibuat untuk menarik minat orang tua yang sedang menanti kelahiran sang jabang bayi. Faktanya, dimensi itu sejatinya hanya sampai 3D.

    “Perbedaan terletak pada kecepatan gambar real time saja,” kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sekaligus Konsultan Fetomaternal RS Pondok Indah-Pondok Indah, Azen Salin, Sp.OG-KFM dalam acara konferensi pers Inovasi Teknologi Medis RS Pondok Indah Group dari Masa ke Masa, Kamis, 8 Desember 2016.

    “Sebagai perbandingan saja, dulu ketika baru ada teknologi USG 3D, butuh waktu hingga 3 hari untuk melihat hasilnya. Sekarang, orang tua bisa langsung melihat saat pemeriksaan berlangsung,” ujar dokter Azen.

    Kelebihan lain teknologi USG 3D terbaru, yakni kemampuan untuk melihat kondisi janin dalam usia sangat muda. Janin yang baru berumur 8 minggu pun sudah terlihat jelas.

    “Keuntungannya, tanda-tanda risiko pada janin bisa lebih awal diketahui. Dengan melihat jelas lebih awal, ini akan membantu orang tua untuk membuat keputusan lebih cepat. Misal, bila ditemukan bayi kembar dempet yang terlalu tidak mungkin untuk dipisahkan,” dokter Azen menjelaskan.

    “Paling tidak, membantu orang tua lebih siap sejak awal,” pungkasnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    6 Landasan Pernikahan yang Rapuh
    Tahapan Ketika Mengecat Rambut Sendiri di Rumah
    Katering Online, Peluang Bisnis Menyasar Orang Sibuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara