Etika Bicara Besaran Gaji dengan Teman Sekantor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi karyawan membuka dompet. Shutterstock

    Ilustrasi karyawan membuka dompet. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda dan rekan kerja iseng atau sengaja membocorkan besaran gaji masing-masing? Atau mungkin Anda dan teman di kantor membicarakan tentang penghasilan rekan kerja yang lain?

    Gaji memang menjadi topik pembicaraan yang sensitif karena sangat pribadi. Membicarakan gaji rentan menimbulkan kecemburuan sosial. Karena itu, banyak orang memilih menghindari pembicaraan ini.  Namun, jika Anda dan teman-teman ingin berdiskusi soal gaji, penting untuk memperhatikan etika berikut ini:

    1. Pihak netral
    Pertama, jika orang lain membicarakan soal gaji, dan pada dasarnya Anda tidak ingin mencari tahu gaji orang lain atau tidak ingin orang lain tahu besaran gaji Anda, maka sebaiknya segera undur iri dari percakapan. Atau, jika sekadar ikut nimbrung, pastikan Anda mampu menjadi pihak yang netral dan tidak terpancing suasana.

    2. Jangan biarkan kabar angin membuat kesal
    Anda mungkin pernah mendengar kabar soal “gaji kedua” yang diterima oleh rekan kerja. Seringkali, kabar seperti ini menimbulkan keributan dan perasaan iri di antara karyawan karena nominalnya yang terbilang fantastis. Namun, sekali lagi, sebaiknya Anda tetap berpikir positif dan tenang.

    Jika tidak atau belum menemukan bukti soal “gaji kedua” ini, sebaiknya jangan langsung percaya. Bisa saja itu hanya isu belaka. Jangan sampai Anda bersikap konyol terhadap urusan yang tidak pernah ada.

    3. Menimbang informasi
    Konsekuesi dari membicarakan besaran gaji bersama teman-teman adalah rentan timbul perasaan cemburu dan kesenjangan sosial. Sangat besar kemungkinan teman berubah menjadi lawan sebagai dampak negatif lainnya. Sebab itu, penting bagi Anda untuk berbesar hati, bijak, dan berkepala dingin saat membahas gaji.

    Tepis segala pikiran negatif dan jangan langsung berasumsi yang tidak-tidak, terutama saat Anda akhirnya mengetahui nominal gaji teman-teman lebih besar ketimbang penghasilan Anda. Bisa saja menurut penilaian perusahaan, kinerja teman lebih baik sehingga dia layak mendapatkan gaji lebih besar. Intinya, jangan percaya begitu saja setiap informasi yang Anda dapatkan. Cari tahu kebenarannya agar tidak terjadi salah paham.

    4. Percakapan kecil
    Jika Anda ingin membicarakan soal gaji, sebaiknya lakukan secara perseorangan atau dalam kelompok kecil, terutama dengan mereka yang sudah akrab. Topik seputar gaji adalah pembicaraan yang sensitif. Tidak semua orang nyaman membahasnya. Jika Anda menanyakan besaran gaji orang lain yang tidak dekat dengan Anda, dia bisa berpikiran negatif terhadap Anda.

    WORKAWESOME | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Tipe Rekan Kerja yang Harus Anda Waspadai
    6 Indikasi Seseorang Mengalami Tekanan Darah Rendah
    Jangan Coba-coba Berkencan dengan 6 Tipe Lelaki Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.