Memotret Gaya Sosialita di Fashion Show Kebaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mien Uno memamerkan kebaya dan kain yang terinspirasi  dari pakaian adat Gorontalo, Madupingu di acara fashion show Perhimpunan Kebayaku di Jakarta, 7 Desember 2016. TEMPO/Nia Pratiwi

    Mien Uno memamerkan kebaya dan kain yang terinspirasi dari pakaian adat Gorontalo, Madupingu di acara fashion show Perhimpunan Kebayaku di Jakarta, 7 Desember 2016. TEMPO/Nia Pratiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Usianya tidak lagi muda tapi semangatnya sore itu luar biasa. Diiringi violist Mia Ismi yang menyanyikan lagu Cinta yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Chrisye, Rachmini Rahma Uno atau yang biasa dikenal Mien Uno berjalan di atas catwalk dengan percaya diri sambil menggoyangkan badannya mengikuti irama musik.

    Selain Mien Uno, ada juga Inggrid Kansil, Rima Melati, Dewi Motik, dan Sonia Wibisono yang berlenggak-lenggok di runway sembari memamerkan koleksi kebaya koleksi masing-masing. Mien menjadi ‘model’ penutup fashion show Perhimpunan Kebayaku, Rabu 7 Desember 2016, di Ballroom Raffles Hotel Jakarta.

    Ini adalah fashion show kedua, yang menampilkan 15 sosialita dengan koleksi kebaya favoritnya. Sebelumnya desainer Amy Atmanto memamerkan 15 koleksi kebaya Rainbow Expression.

    Ditemui usai menjadi ‘model’, Mien mengatakan sangat senang berpartisipasi dalam acara ini. Berlengggak lenggok di atas catwalk pun bukan pengalaman baru baginya. “Saya sering diminta jadi model seperti ini, saya ingin membawa nuansa ceria, karena saya senang membahagiakan orang lain,” ujarnya.

    Ibu dua anak ini memakai kebaya dan kain berwarna hijau, terinspirasi dari pakaian adat Gorontalo yang disebut madupingu. Biasanya pakaian adat ini dipakai pada acara malam muda-mudi atau acara pada malam menjelang pernikahan. Kebaya bahan brokat itu dilengkapi dengan aksesori di bagian leher dan pergelangan tangan. Kainnya juga dihiasi dengan aksesori pada bagian tengah.

    Untuk riasan wajah, Mien Uno menggunakan makeup yang senada dengan nuansa pakaiannya. Eyeshadow berwarna hijau dan lipstik berwarna coral mempercantik wajahnya. Rambutnya disanggul dan dihiasi dengan suntiang. Tak lupa clutch berwarna senada yang terbuat dari kain tenun Bali, serta sandal tali berhak tinggi melengkapi penampilannya.

    Mien mengatakan setiap menghadiri acara, dia selalu memakai kebaya. “Aku enggak punya gaun panjang, jadi hampir setiap acara malam hari selalu pakai kebaya,” ujarnya. Cinta pada kebaya membuatnya mengoleksi, yang kemudian dituangkan dalam buku berjudul Kebayaku.

    Buku Kebayaku diluncurkan pada 2014 berisi tentang sejarah kebaya serta tata cara memakai kebaya sesuai pakemnya. Kini buku tersebut menjadi koleksi perpustakaan kongres Amerika Serikat di Washington DC dan di 17 kampus ternama di Amerika.

    Kebaya kini mulai banyak digemari anak-anak muda. Pemakaiannya pun disesuaikan dengan selera generasi muda. Melihat fenomena ini, Mien Uno menyambut baik. “Ikut bangga anak muda mulai mencintai kebaya, boleh saja memakainya dengan celana jeans untuk acara santai, tapi kalau acara formal sebaiknya dipakai dengan kain,” ujar istri Henk Uno.

    NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Tip Memilih Buku yang Tepat buat Anak
    Stres, Dengarkan 10 Lagu Penghilang Cemas
    Membaca Penyebab Perempuan yang Mendadak Jadi Pendiam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.