Alasan Kuat agar Anda Mengurangi Konsumsi Minuman Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman berenergi. foto : holamun2.com

    Minuman berenergi. foto : holamun2.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Minuman energi selalu diklaim sebagai sumber tenaga, stamina, dan konsentrasi sepanjang hari. Tapi kenyataannya, minuman energi justru lebih berbahaya daripada kopi karena dapat merusak konsentrasi, bahkan berpotensi mengganggu kesehatan, mulai gigi hingga jantung.

    Berikut ini delapan alasan kenapa minuman energi sebaiknya dihindari, seperti dilansir Huffington Post:

    1. Memacu adrenalin
    Zat-zat yang bersifat merangsang, seperti kafein, membuat adrenalin dalam tubuh mengalir deras hanya 5-10 menit setelah menenggak minuman energi, dan baru berakhir 2-3 jam kemudian. Di satu sisi, hal ini akan membuat pikiran lebih tajam, tapi di sisi lain akan menyebabkan kegelisahan.

    2. Penuh gula
    Menurut sebuah data di Amerika Serikat, 45 persen pria terbiasa menenggak minuman energi setiap hari dan 14 persen di antaranya meminum lebih dari satu kaleng. Padahal minuman energi mengandung gula tinggi, sehingga bisa dibayangkan berapa banyak gula yang dikonsumsi bila meminum tiga kaleng sehari.

    3. Merusak gigi
    Para ilmuwan mengambil sampel enamel gigi manusia dari 13 merek minuman olahraga dan delapan minuman energi dalam 15 menit secara serentak selama lima hari berturut-turut. Mereka menemukan kerusakan enamel serius dan minuman energi menyebabkan kerusakan dua kali lipat dibanding minuman olahraga. Bukan hanya gula yang menyebabkan kerusakan, tapi juga kandungan asam.

    4. Gula buatan menambah nafsu makan
    Para pakar diet dan dokter tak pernah menyarankan agar konsumsi gula buatan seperti aspartame yang terkandung dalam minuman energi. Tak ada kalori yang terkandung di dalamnya, dan akibatnya kita justru merasa lebih lapar setelah menenggaknya.

    5. Kafein lebih banyak
    Kita tentu tak ingin mengkonsumsi lebih dari 400 miligram kafein sehari atau setara dengan tiga cangkir kopi. Minuman energi mengandung 20-400 miligram kafein dan zat-zat seperti supra citrimax, yohimbine, dan glucuronlactone, yang memiliki efek stimulan.

    6. Mengganggu tidur
    Stimulan pada minuman berenergi berdampak pada neuron, sehingga membuat kita terus terjaga dan akhirnya kurang tidur.

    7. Bikin gemuk
    Lantaran mengandung 168 kalori—kadar yang cukup tinggi—dalam setiap kaleng, ditambah kandungan gula, minuman energi berpotensi membikin gemuk jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

    8. Terlalu banyak vitamin
    Beberapa minuman energi mungkin memang mengandung banyak vitamin, bahkan terlalu banyak, sehingga melebihi kebutuhan kita.

    PIPIT

    Artikel lain:
    7 Tip Atasi Mata Kering
    Mengenal Kerja dan Fungsi Liver
    Kotoran Mata Keluar Terus, Cari Tahu Apa Penyebabnya 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.