Sabtu, 18 Agustus 2018

Strategi agar Bisa Diterima Bekerja Setelah Ditolak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berbulan-bulan mencari pekerjaan, perusahaan impian memanggil Anda untuk wawancara. Resume Anda sempurna. Anda pun mengenakan pakaian terbaik dan melangkah penuh percaya diri menuju perusahaan impian untuk bertemu dengan tim perekrutan.

    Wawancara berjalan dengan baik. Pewawancara tampak senang. Anda pun berhasil menjawab setiap pertanyaan yang sulit, bahkan langsung dipertemukan dengan rekan kerja masa depan.

    Setelah satu minggu, datang kabar dari manajer perekrutan. Namun, ketika mengetahui pesan itu, hati Anda kecewa. Kalimat pertama pesan itu dimulai dengan, "Kami menyesal untuk memberi tahu...," dan saat itulah Anda sadar tidak mendapatkan pekerjaan impian itu.

    Pasti banyak dari Anda pernah merasakan pengalaman serupa. Untuk menyiasati kehilangan tawaran pekerjaan impian, ada beberapa langkah yang dapat diambil, yang mungkin bisa mengubah pikiran pewawancara atau membuka kesempatan lain.

    Berikut ini tiga hal yang dapat Anda lakukan.

    1. Meminta masukan
    Mulai dengan berterima kasih kepada pewawancara atas waktu yang mereka luangkan dan tegaskan kembali keinginan Anda untuk bekerja di perusahaan itu. Kemudian tanyakan, apakah ada cara agar Anda dapat meningkatkan pencalonan untuk posisi serupa pada masa mendatang.

    Seorang ahli di bidang karier, Jaime Petkanics, mengatakan menanggapi e-mail penolakan dan meminta umpan balik dapat menjadi cara yang cerdas untuk membuka kesempatan lain. Anda tidak pernah tahu kapan posisi impian akan kembali tersedia. Sikap positif Anda akan meninggalkan kesan yang baik.

    2. Meminta kesempatan bergabung dalam program pelatihan atau magang
    Cara lain agar Anda bisa menjadi bagian dari perusahaan impian adalah menunjukkan sikap mau belajar. Tunjukkan sikap positif dan motivasi diri Anda dengan menanyakan apakah perusahaan memiliki program pelatihan.

    Jika ada, tanya bagaimana Anda dapat menjadi bagian dari program itu. Jika tidak ada, tanyakan tentang magang. Tidak ada yang tahu, tekad yang kuat mungkin bisa mengubah pikiran manajer untuk mempekerjakan Anda.

    3. Merevisi jawaban sesi wawancara
    Beberapa hari setelah wawancara berlangsung, Anda belum menerima kabar apa pun dari perusahaan. Gunakanlah kesempatan ini untuk memperbaiki dan meningkatkan poin yang dirasa kurang, misalnya saat wawancara Anda kurang maksimal dalam menjawab satu pertanyaan. Tidak ada salahnya Anda mencoba memberikan jawaban ulang melalui e-mail.

    Tindakan itu tidak hanya menunjukkan Anda serius terhadap pekerjaan, tapi juga tipe orang yang tidak mudah menyerah. Motivasi adalah sifat dan kepribadian yang banyak dicari ketika sedang merekrut karyawan baru. Jadi, hanya dengan merevisi jawaban, Anda telah menunjukkan sifat positif yang mungkin dapat membalikkan keadaan dan mengubah keputusan yang akan dibuat perusahaan.

    TIME | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Atasi Rambut Berminyak dengan Tip Mudah Berikut
    Kotoran Mata Keluar Terus, Cari Tahu Apa Penyebabnya
    Perut Kosong, Jangan Menyantap Makanan dan Minuman Berikut



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.