Kotoran Mata Keluar Terus, Cari Tahu Apa Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata gatal atau mata merah. shutterstock.com

    Ilustrasi mata gatal atau mata merah. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Jangan anggap sepele segala sesuatu yang keluar dari mata, baik air maupun kotoran. Segala yang keluar dari mata bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang mungkin saja serius dan perlu penanganan medis.

    Coba perhatikan kotoran (belek) yang keluar dari mata setiap bangun tidur, apakah ada yang tidak wajar. Sepanjang hari dan malam mata memproduksi lendir atau rheum yang berfungsi mengeluarkan segala kotoran yang biasanya dikumpulkan saat kita tidur.

    “Ada kotoran di ujung mata ketika kita bangun tidur itu wajar. Tapi bila kotoran terus saja keluar sepanjang hari dan semakin banyak, pasti ada yang tidak beres,” kata dokter spesialis mata Matthew Gardiner kepada Health.com.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dipelajari dari kotoran yang keluar dari balik kelopak mata.

    1. Infeksi mata
    Bermacam-macam infeksi, seperti blepharitis atau peradangan di kelopak, bisa menyebabkan iritasi pada mata yang membuat kotoran menumpuk. Contohnya, bulu mata penuh dengan kotoran yang lengket sehingga mata sulit dibuka saat bangun tidur. Secara umum, cara mengatasinya cukup dengan mengompres mata dengan air hangat atau menjaga kebersihan kelopak dengan pembersih khusus atau sampo bayi yang dicampur air.

    2. Sedang flu
    Infeksi virus di mata, seperti conjunctivitis atau sakit mata, juga bisa dibarengi dengan flu dan menyebabkan mata merah, berair, dan banyak kotoran. Kondisi mata akan membaik bila flu mereda. Tapi bila ada kotoran berwarna hijau keluar dari mata, cobalah berkonsultasi ke dokter karena bisa jadi itu tanda ada infeksi sinus.

    3. Alergi
    Sakit mata atau conjunctivitis disebabkan oleh berbagai macam bakteri atau alergi. Akibatnya, mata menjadi gatal, merah, dan banyak kotoran yang seolah tak berhenti keluar meski sudah dibersihkan. Coba teteskan obat yang mengandung anti-histamin untuk membantu meredakannya. Bila kita merasa alergi kotoran atau polusi sebagai penyebab, cobalah menutup pintu dan jendela.

    4. Saluran tersumbat
    Air mata diproduksi sepanjang hari tapi pelembap tambahan diproduksi lewat lubang di kelopak atas dan bawah mata dan disebut puncta. Bila lubang atau salurannya tersumbat, produksi air mata menjadi lebih banyak. Masalah ini, yang sering dialami anak-anak, biasanya hilang dengan sendirinya, tapi bisa juga lebih serius sehingga membutuhkan bantuan dokter.

    5. Mata kering
    Ironisnya, kelebihan air mata kadang-kadang dianggap karena mata kering. Dalam kasus ini, kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata untuk membasahi indra penglihatan itu, hanya memproduksi sedikit air. Untuk mengatasinya, teteskan air mata buatan.

    6. Lensa kontak kotor
    Lensa kontak bisa menjadi sarang bakteri atau virus yang kemudian pindah ke mata, bisa juga hanya kotor sehingga menyebabkan kotoran menumpuk di mata. Lensa kontak yang sudah terlalu lama digunakan juga bisa menyebabkan masalah di mata sehingga perlu diganti yang baru.

    7. Waktunya ke dokter
    Kotoran atau kerak di sudut mata tak juga hilang setelah beberapa hari dan mata terlihat merah. Hal itu sebenarnya bukan masalah besar, terutama bila kita sedang flu. Tapi bila masalah itu disertai rasa sakit pada mata dan sensitif terhadap cahaya, jangan ragu berkonsultasi ke dokter karena tandanya ada yang tak beres pada mata.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Sikap Kepo Pasangan yang Bisa Dipahami
    Ayo Ngaku, Kamu Pernah Belanja Online di Jam Kerja, kan?
    Kiat Mempersiapkan Pernikahan buat Mereka yang Sibuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.