Tren Suplemen Berklorofil, Apa Manfaat Sesungguhnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daun kale. en.wikipedia.org

    Ilustrasi daun kale. en.wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren klorofil sebagai zat makanan sehat terus meningkat. Berbagai makanan yang mengandung klorofil -pigmen yang membuat daun berwarna hijau, pun semakin ramai peredarannya, mulai dari pil sampai makanan ringan berenergi.

    Zaman sekolah dulu, kita mungkin pernah mempelajari pentingnya klorofil dalam proses fotosintesis, proses yang digunakan tanaman untuk mengubah sinar matahari menjadi energi. Lalu, kenapa kini klorofil muncul dalam makanan? Apakah benar zat ini sangat luar biasa?

    Ada yang bilang klorofil sangat baik untuk detoksifikasi, membantu proses penyembuhan, memperbaiki metabolisme, melawan bau nafas tak sedap, herpes, dan kanker. Seperti diberitakan Health, sebuah penelitian terhadap 38 wanita gemuk pada 2014 mendapatkan fakta bahwa berat badan mereka turun setelah meminum suplemen yang mengandung klorofil.

    Para perempuan itu juga mengaku kolesterol jahat (LDL) mereka turun dan keinginan untuk mengemil makanan manis juga merosot. Sayangnya, belum ada penelitian lebih dalam mengenai manfaat klorofil, termasuk dosis yang pas dan cara yang dianjurkan untuk mengonsumsinya.

    Suplemen klorofil diklaim cukup aman, tapi waspadai juga efek sampingnya, seperti menjadi lebih sensitif pada sinar matahari, dan sebaiknya dihindari bila kita juga tengah meminum obat-obatan lain, macam antidepresan, antibiotik, antihistamin, serta obat penurun tekanan darah dan kolesterol. Dampak lainnya adalah mual, alergi, dan gangguan pencernaan.

    Klorofil banyak terkandung dalam sayuran hijau, seperti bayam, kale, brokoli, cabai dan paprika hijau, serta daun seledri. Artinya, sebenarnya kita tak perlu meminum suplemen klorofil untuk mendapatkan manfaat zat tersebut. Cukup tambahkan sayuran hijau pada makanan dan kita akan mendapatkan banyak klorofil.

    Perhatikan juga cara memasak bahan makanan yang mengandung klorofil. Proses memasak yang terlalu lama akan mengurangi kadar klorofil, begitu juga bila menyimpan makanan itu di lemari es untuk waktu yang lama.

    Jadi, untuk mendapatkan manfaat klorofil yang lebih maksimal, makan sayuran mentah atau bila ingin memasaknya, jangan terlalu lama dan lebih baik dikukus saja. Bila kita memang ingin mengonsumsi suplemen atau makanan olahan yang mengandung klorofil, perhatikan daftar bahan bakunya dan hindari yang mengandung zat tambahan buatan.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Sikap Kepo Pasangan yang Bisa Dipahami
    Jenis Pengorbanan yang Kebablasan Atas Nama Cinta
    Sudah Melahirkan tapi ASI Belum Keluar, Apa Penyebabnya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.