Sudah Melahirkan tapi ASI Belum Keluar, Apa Penyebabnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • frugalbabytips.com

    frugalbabytips.com

    TEMPO.COJakarta - Pada akhir masa kehamilan, kelenjar susu ibu mengeluarkan zat yang terkandung di dalam air susu ibu (ASI), yakni kolostrum. Cairan agak kuning kental dalam jumlah sedikit ini keluar di awal ibu menyusui. Walaupun jumlahnya sedikit, manfaat kolostrum sangat banyak bagi bayi baru lahir.

    Pada kelenjar susu ibu, proses perubahan dari kolostrum menjadi susu memerlukan waktu beberapa hari. Namun, pada beberapa wanita, tahapan ini tertunda. Berikut ini penyebab tertundanya proses produksi susu pada ibu yang baru melahirkan, seperti dilansir dari laman Verywell.

    1. Kelahiran pertama
    Ibu yang pertama kali melahirkan mungkin mengalami sedikit keterlambatan dalam produksi susu. Produksi air susu ibu bisa keluar pada hari kelima setelah melahirkan. Tak perlu khawatir, karena produksi susu berikutnya akan lebih cepat.

    2. Mengalami kesulitan saat melahirkan
    Jika mengalami proses melahirkan yang panjang dan sulit, ibu akan trauma dengan penggunaan anestesi. Zat ini bisa membuat ibu stres sehingga memperlambat produksi ASI.

    3. Kelahiran prematur
    Meskipun kelenjar susu dapat memproduksi ASI pada akhir trimester kehamilan, stres saat melahirkan bayi prematur. Dan ketidakmampuan menyusui bayi segera setelah lahir dapat menunda produksi ASI.

    4. Kelahiran caesar
    Proses operasi, stres, nyeri, dan faktor-faktor emosional yang terkait dalam operasi caesar dapat membuat produksi ASI lebih lama.

    5. Masalah pelekatan
    Persoalan kemampuan bayi untuk menempel dan menyusu dapat mengganggu inisiasi produksi ASI. Bayi yang baru lahir dengan celah bibir/langit-langit atau masalah neurologis tidak memungkinkannya menempel dengan baik ke tubuh ibu. Atau, jika puting ibu datar atau melesap ke dalam, membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI.

    6. Diabetes
    Ibu yang mempunyai masalah kencing manis memerlukan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI.

    7. Masalah hormonal
    Ibu yang memiliki gejala hipotiroidisme bisa memakan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI.

    8. Obesitas
    Kelebihan berat badan sebelum kehamilan, atau kelebihan berat badan selama kehamilan, dapat mengganggu produksi ASI setelah melahirkan.

    9. Plasenta
    Plasenta yang tidak terlepas setelah melahirkan dapat menghambat perubahan hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

    10. Kista
    Kista ovarium dapat menunda produksi ASI. Kista ovarium biasanya hilang beberapa minggu setelah melahirkan. 

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Merangkak Ternyata Sangat Baik buat Kesehatan
    Tak Ada Istilah Makanan Bayi, yang Benar adalah...
    Mana Lebih Sehat, Mereka yang Bokongnya Montok atau Tepos?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.