Selasa, 11 Desember 2018

Persiapan Penting Sebelum Fitting Pakaian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi fitting baju. SHutterstock

    Ilustrasi fitting baju. SHutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Kita sering mendengar istilah fitting di dunia fashion. Fitting merupakan fase pengepasan sebuah pakaian yang biasanya sudah dipesan. Proses fitting lazimnya dilakukan untuk busana resmi, seperti pernikahan atau acara seremonial lainnya.

    Lantas, apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan fitting? Desainer Amy Atmanto menjelaskan, proses pengepasan perlu dilakukan supaya pakaian sesuai dengan bentuk tubuh atau untuk mengetahui mana yang harus dikecilkan atau diperbesar. “Perhatikan pakaian dalam yang dikenakan saat fitting,” kata Amy kepada Tempo di butiknya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Desember 2016.

    Pakaian dalam yang dimaksudkan Amy, antara lain, adalah penyangga dada atau bra, celana korset, dan bustier. Khusus untuk perempuan, menurut dia, pakaian dalam itu penting karena turut menentukan tata letak dan bentuk busana nanti. “Kalau saat fitting memakai support bra atau push-up bra, bentuk busananya pasti akan berbeda dibanding pakai bra biasa yang tidak ada kawat atau busanya,” ujarnya.

    Selain pakaian dalam, salah satu item fashion yang wajib diperhatikan saat fitting adalah alas kaki. Apakah saat acara nanti Anda akan mengenakan sepatu tertutup, selop, high heels dengan ketinggian tertentu, karena akan mempengaruhi panjang gaun atau kain.

    Sepatu jinjit setinggi 3, 5, 7, 12, atau 15 sentimeter turut menentukan panjang-pendeknya busana. Saat fitting sebaiknya menyesuaikan jadwal agar si pemakai langsung didampingi oleh desainer untuk mengetahui selera dan bagaimana kenyamanan saat mengenakan pakaian tersebut.

    RINI KUSTIANI

    Berita lainnya:
    Tip Menanamkan Konsep Keuangan kepada Anak
    Kehidupan Sekarang Jauh dari Cita-cita, Apa yang Salah?
    Mana Lebih Sehat, Mereka yang Bokongnya Montok atau Tepos



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.