Alasan Chrissy Teigen Tak Suka Pakai Sepatu Datar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Chrissy Teigen berpose bersama kekasihnya yang merupakan seorang musisi, John Legend saat menghadiri American Music Awards 2016 di Los Angeles, California, AS, 20 November 2016. REUTERS

    Model Chrissy Teigen berpose bersama kekasihnya yang merupakan seorang musisi, John Legend saat menghadiri American Music Awards 2016 di Los Angeles, California, AS, 20 November 2016. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Chrissy Teigen dikenal sebagai sosok yang seksi dan senang mengeluarkan lelucon konyol. Penampilannya di setiap kesempatan selalu terlihat stylish. Namun, jika diperhatikan lagi, dia selalu menggunakan sepatu high heels dan hampir tidak pernah menggunakan sepatu bertumit datar. 

    "Saya hanya memakai sepatu high heels, karena sangat tidak nyaman memakai sepatu flat," ujar istri penyanyi John Legend itu, seperti dikutip dari laman Popsugar. Dia menjelaskan, ketidaknyamanannya memakai sepatu bertumit datar karena betisnya mengalami kelainan dan bentuk kakinya datar. Menurut dia, hanya sepatu berhak setinggi 15 sentimeter saja yang membuatnya nyaman.

    Meski begitu, model berusia 30 tahun ini mengakui kebiasaannya ini tidak baik bagi punggung bagian bawahnya. “Saya sampai harus mendatangi chiropractor dua kali seminggu. Bahkan saya tidak bisa memakai sandal jepit atau ballet flat karena akan menunjukkan bentuk kaki saya,” katanya. 

    Namun ibu satu anak ini membuat pengecualian untuk sepatu olahraga atau sneakers yang modelnya cukup trendi. “Kecuali untuk sneakers seperti Yeezy, yang membuat saya terlihat keren memakainya. Atau merek yang sedang nge-tren saat ini, Those atau Common Projects,” ujarnya. 

    NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Karya Desainer Indonesia di Victoria’s Secret Show 2016
    Arkeolog Temukan Bukti Perempuan Zaman Batu Pakai Rok Mini
    Make-up untuk Hangout Setelah Pulang Kantor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.