Pentingnya Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Facial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi facial atau perawatan wajah. shutterstock.com

    Ilustrasi facial atau perawatan wajah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perawatan kulit favorit para wanita adalah facial. Setelah melakukan facial, biasanya kulit akan terasa mulus dan segar. Sama dengan perawatan kulit lainnya, facial harus dilakukan rutin agar bisa membantu meregenerasi kulit.

    Menurut dokter kecantikan Ratna Widyaningsih dari Miracle Aesthetic Clinic, kebutuhan facial setiap orang berbeda. "Untuk kulit berminyak atau berjerawat, paling tidak melakukan facial dua kali dalam sebulan. Sedangkan untuk kulit normal, cukup melakukan facial satu kali sebulan," katanya.

    Sebelum melakukan facial, Ratna menyarankan agar para calon konsumen berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau beauty therapists supaya mengetahui kondisi kulit dan perawatan facial yang sesuai dengan kondisi kulit tersebut.

    Selain itu, pilihlah facial yang menggunakan peralatan yang steril dan higienis. Misalnya, dengan autoclave yang sesuai dengan standar internasional. Sistem disposable terhadap penggunaan alat bantu dan penunjang facial juga diterapkan. Waktu yang terbaik melakukan facial, Ratna mengatakan, adalah sejak usia 20 tahun dan sebaiknya melakukan facial ketika kulit tidak mengalami iritasi, infeksi, atau sedang berjerawat aktif.

    Setelah perawatan facial, konsumen dianjurkan untuk menggunakan tabir surya. "Tujuannya untuk mencegah iritasi pada kulit, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.

    Perawatan harian secara rutin, seperti membersihkan wajah dan penggunaan pelembap, juga sangat dianjurkan agar hasil perawatan facial maksimal.

    TABLOID BINTANG

    Baca juga:
    Perawatan Wajah agar Kulit Halus, Bersinar, dan Kenyal
    Tip Melembutkan Rambut yang Kasar dan Mudah Kusut
    7 Alternatif Pemakaian Tabir Surya Kedaluwarsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.