Cerita Cinta Gita Sjahrir tentang Sepeda Statis Dalam Ruangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gita Sjahrir, instruktur indoor cycling di Bengkel CrossFit, Jakarta, 23 November 2016. TEMPO/Frannoto

    Gita Sjahrir, instruktur indoor cycling di Bengkel CrossFit, Jakarta, 23 November 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bersepeda menyusuri jalan-jalan raya atau jalur-jalur di alam bebas mungkin sudah biasa bagi sebagian orang. Begitu juga dengan bersepeda statis di pusat kebugaran. Namun hanya segelintir orang yang pernah merasakan sensasi bersepeda di dalam ruangan.

    Beberapa pusat kebugaran di Jakarta sudah memiliki kelas sepeda dalam ruangan. Tapi Ride adalah tempat pertama yang dikhususkan untuk merasakan pengalaman bersepeda di dalam ruangan. Berlokasi di lantai bawah Kafe Bengkel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, kita bisa merasakan bersepeda diiringi entakan musik dan teriakan instruktur, mirip seperti kelas aerobik tapi dengan menggunakan sepeda statis.

    Cahaya di dalam ruangan sengaja dibuat temaram, tapi divariasikan dengan kilatan cahaya berwarna-warni seperti di diskotek. Suasana seperti ini memang membuat seseorang menjadi lebih bersemangat untuk menggenjot sepeda sesuai dengan instruksi pelatih yang duduk di depan kelas.

    Waktu 45 menit setiap sesi kelasnya mungkin terasa berat bagi yang belum terbiasa, apalagi dengan intensitas mengayuh pedal yang cukup tinggi dan melelahkan. Namun iringan musik dan teriakan instruktur memacu semangat untuk terus mengayuh.

    Menurut sang pendiri sekaligus direktur pelatihan, Gita Rusmida Sjahrir, bersepeda di dalam ruangan tak kalah sehat dibanding di luar ruangan. Bahkan bersepeda di dalam ruangan bisa dilakukan tanpa terpengaruh cuaca dan bebas polusi. "Saya hanya ingin menginspirasi semua orang untuk lebih sehat," kata Gita dalam sebuah wawancara di studio sepeda indoor-nya, Rabu 23 November 2016.

    Gita adalah putri pasangan pakar ekonomi (almarhum) Dr Sjahrir dan Nurmala Kartini Panjaitan, mantan duta besar di Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Kecintaan pada olahraga membuat wanita kelahiran 5 Oktober 1981 itu tergerak untuk mendirikan Ride pada April 2015 setelah meninggalkan pekerjaan lamanya yang mapan di perusahaan retail besar Tanah Air.

    Gita adalah satu-satunya instruktur sepeda dalam ruangan bersertifikat Schwinn (produsen sepeda dalam ruangan) di Indonesia. Ride ingin memberi tantangan baru bagi kaum urban yang menginginkan olahraga dengan intensitas tinggi dan efektif membakar kalori serta membentuk kekuatan otot.

    Semua pelatih di Ride juga diklaim sudah memiliki sertifikat dan dilatih Gita. Gita mendapatkan pelatihan di Amerika Serikat, negara tempat ia menuntut ilmu dan bekerja sebelum kembali ke Tanah Air pada 2013. Pada 2004, penyandang gelar master di bidang administrasi bisnis dari The Wharton School, University of Pennsylvania itu, pernah didiagnosis mengidap still's desease, penyakit langka yang mengakibatkan sel-sel darah putih kehilangan kemampuan untuk membedakan antara sel-sel tubuh yang sehat dan bakteri atau virus perusak tubuh.

    Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Gita justru menyerang jaringan sehat, salah satunya menyebabkan peradangan serta nyeri sendi yang tak tertahankan. Setelah melalui pengobatan dan berbagai terapi intensif, secara perlahan tapi pasti Gita sembuh dari penyakitnya. Ia pun makin bertekad untuk menjalankan hidup sehat yang seimbang dengan berolahraga yang benar dan teratur untuk menjaga kesehatannya dan memilih untuk mendalami sepeda dalam ruangan. "Yang penting selalu menjaga pola hidup sehat, banyak makan buah dan sayuran, serta tidur yang cukup," ujar perempuan berambut pendek itu membagi tip sehatnya.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Saran Model Victoria`s Secret Saat Membeli Pakaian Dalam
    Tiru Menu Cerdas dan Ringkas Orang Jepang untuk Sarapan
    Mana Lebih Sehat, Mereka yang Bokongnya Montok atau Tepos?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.