Mari Mengamati Benda Langit Bersama Komunitas Astronomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa UGM kembangkan wisata astronomis. dok/ugm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Mahasiswa UGM kembangkan wisata astronomis. dok/ugm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengamati benda-benda langit menjadi kegiatan yang mengasyikan bagi sebagian orang. Bahkan, ada komunitas yang mewadahi para pemilik hobi aktivitas yang dilakukan malam hari itu, salah satunya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).

    HAAJ menjadi wadah bagi para pengamat benda-benda langit amatir untuk bereksplorasi. Anggotanya datang dari beragam profesi, pendidikan, dan usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga dokter.

    Bagi para pemula, komunitas ini juga menyelenggarakan kelas secara rutin untuk berdiskusi dan belajar tentang astronomi tanpa dipungut biaya. Selain di dalam kelas, HAAJ juga mengajak anggotanya melakukan pengamatan langsung benda-benda langit.

    Melalui komunitas ini, HAAJ berharap dapat menyebarkan pengetahuan tentang astronomi ke masyarakat, membumikan ilmu astronomi sehingga lebih mudah dipahami, serta mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap astronomi. Sekretaris Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Ronni Syamara, menyebut HAAJ rutin menyelenggarakan diskusi dan ceramah astronomi setiap dua pekan sekali.

    Selain itu, HAAJ juga menyelenggarakan Star Party atau Kemah Bintang yang diselenggarakan tiga bulan sekali, yakni pada Maret, April, September, dan Desember. Kegiatan ini mengajak para anggota HAAJ mengeksplorasi materi yang telah didapat dengan melakukan pengamatan benda-benda langit.

    HAAJ akan membawa anggotanya ke suatu tempat dan melakukan pengamatan menggunakan teleskop. Selain pengamatan, para anggota juga diajarkan tentang astrofotografi, meliputi teknik pengambilan gambar, teknik pengolahan gambar, dan memilih objek langit.

    Pada saat terjadi fenomena astronomi, HAAJ juga menyelenggarakan workshop untuk persiapan mengabadikan momentum tersebut. "Misalnya, pada Gerhana Matahari Total pada Maret, kami menggelar workshop tiga pekan sebelum hari H. Workshop ini untuk mengetahui trik mengamati dan mengabadikan fenomena tersebut," tutur Ronni.

    Kegiatan Kemah Bintang seringkali di lakukan di luar Jakarta. Tingkat polusi yang tinggi di Jakarta, baik polusi udara atau cahaya, kurang tepat digunakan sebagai lokasi pengamatan. Berbagai polusi itu akan mempengaruhi hasil pengamatan, sehingga kami perlu ke lokasi yang gelap dan terbuka. "Kami sering melakukannya di Puncak Bogor, Pulau Seribu, Bandung," imbuhnya.

    Ronni menyebut tempat yang bagus untuk pengamatan berada di Indonesia Timur seperti NTB dan NTT. Syarat lokasi yang baik untuk pengamatan adalah wilayah dengan tingkat kelembaban rendah dan langit yang masih gelap.

    Saat ini, jumlah anggota aktif HAAJ ada 80 orang. Dalam beberapa kegiatan yang hadir bisa hingga 100 orang. Jika Anda tertarik bergabung dengan komunitas ini, caranya tidak terlalu sulit. Cukup mengikuti kegiatannya secara rutin dan mengisi formulir. "Setiap anggota akan terseleksi dengan sendirinya, mana yang serius dan tertarik pada astronomi, dan siapa yang hanya sekadar ikut," jelas Ronni.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Makan Sayuran Mentah Ternyata Lebih Sehat, Lho!
    Probiotik Juga Sahabat Payudara Lho, Bukan Cuma Usus
    Makan Siang yang Benar Kunci Mencegah Lapar Tengah Malam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.