Kenali Penyakit Kawasaki pada Anak  

Reporter

Editor

Sandra

Indah Suraya Rizki Rambe, 3 tahun terbaring lemah di ruang perawatan kelas III RS Omni Alam Sutra, Minggu (06/12). Ia dinyatakan menderita penyakit Kawasaki sementara ia dijamin oleh salah satu dokter karena orangtuanya tidak mampu membayar biaya per

TEMPO.COJakarta - Ayah Bunda wajib curiga jika si kecil mengalami panas tinggi selama 5 hari, mata merah, bibir pecah, dan terdapat ruam pada kulitnya. Ini salah satu tanda anak mengalami penyakit Kawasaki. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan serangan jantung, bahkan kematian.

Penyakit Kawasaki, atau sindrom kelenjar getah bening mukokutaneus (mucocutaneous lymphnode syndrome), adalah penyakit langka pada anak-anak yang mempengaruhi pembuluh darah. Biasanya menyerang anak kurang dari umur 5 tahun. 

Penyebab penyakit yang pertama kali ditemukan oleh dokter spesialis anak di Jepang, Tomisaku Kawasaki, ini belum diketahui secara pasti. Ada yang berpendapat reaksi tubuh akibat infeksi virus atau bakteri, juga genetika dari etnis tertentu. 

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara pencegahannya pun belum bisa ditentukan. Umumnya penyakit ini menyerang anak keturunan Jepang dan Korea, walaupun ditemukan juga pada anak dari etnis lain. 

Walaupun tidak menular, ini adalah penyakit serius. Gejala awalnya sering mengelabui. Gejalanya mirip dengan penyakit campak, alergi obat, atau gondongan. Adapun gejala penyakit Kawasaki, seperti dilansir dari laman Kidshealth, muncul secara bertahap.

#Tahap pertama diawali dengan demam tinggi hingga mencapai 40 derajat minimal selama 5 hari, mata merah pada mata kiri dan kanan, bibir kering dan pecah, lidah dan mulut memerah (pada lidah disebut “strawberry tongue”), ruam pada kulit dalam berbagai bentuk (polymorph), telapak tangan dan kaki berwarna merah dan bengkak, juga terjadi pembesaran kelenjar getah bening pada salah satu sisi leher.

#Tahap kedua sekitar 2 minggu sejak timbulnya gejala di atas. Setelah demam menurun, kulit jari tangan dan kaki mengelupas.

Apa yang harus dilakukan jika buah hati mengalami gejala penyakit Kawasaki? Orang tua sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jantung, melakukan pemeriksaan laboratorium, dan menjalani pengobatan intensif. 

Penanganan yang cepat kurang dari 7 hari dapat mengurangi risiko komplikasi pada jantung. Sebab, hal yang paling ditakuti dari penyakit Kawasaki adalah komplikasi jantung, yakni adanya penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah yang menuju jantung, yang bisa menyebabkan kematian. 

KIDSHEALTH | DINA ANDRIANI 

Baca juga:
Alasan Anak Menyontek
Tip Menanamkan Konsep Keuangan kepada Anak
Alasan Sebelum Umur 12 Tahun Anak Tak Boleh Pegang Gadget






Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

2 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

2 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

2 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

3 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

4 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

6 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.


5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

7 hari lalu

5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

Selain efek energinya, kopi telah dikaitkan dengan daftar panjang manfaat kesehatan potensial sehingga memberi lebih banyak alasan untuk menyeduhnya.


Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Umur Panjang Seseorang

10 hari lalu

Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Umur Panjang Seseorang

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat umur seseorang. Berikut adalah empat faktor yang mempengaruhi umur panjang seseorang.