Minggu, 21 Oktober 2018

Stop Diskriminasi terhadap Penderita HIV/AIDS!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan AIDS Indonesia menggandeng sejumlah komunitas dan lembaga untuk mengkampanyekan program pencegahan HIV/AIDS melalui kampanye bertajuk #JakartaSadar 2017. Ketua Komite Program Yayasan AIDS Indonesia Sarsanto mengatakan penandatanganan komitmen bersama ini bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember.

    Melalui program ini, pihaknya akan menggelar berbagai kegiatan, seperti penyuluhan di lembaga pendidikan dan komunitas, rekrutmen dan pelatihan relawan, penginformasian melalui media sosial, dan lomba yang bersifat edutainment.

    “Kami mengajak semua lembaga dan masyarakat agar dapat berkontribusi dalam mencegah HIV/AIDS yang dimulai dari DKI Jakarta,” ujar Sarsanto, Kamis, 1 Desember 2016.

    Sarsanto menuturkan telah terjadi peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS sebesar 43 persen dalam kurun waktu 2010-2015. Hal ini menandakan masih diperlukan upaya keras untuk mencegah penyakit ini menyebar di masyarakat.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya sudah mencanangkan program getting zero dari sisi infeksi baru, kematian akibat AIDS, dan diskriminasi. Namun Sarsanto menyadari hal itu akan sangat sulit diterapkan di Indonesia. Pasalnya, saat ini, data penderita AIDS belum terdokumentasi dengan sempurna karena banyak korban yang enggan membuka diri.

    Menurut dia, hal yang paling realistis saat ini adalah mendorong masyarakat menyudahi diskriminasi dan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Jauhkan Mata dari Sinar Matahari Pagi dan Sore
    9 Mitos dan Fakta soal Kelainan Makan
    Makan Sayuran Mentah Ternyata Lebih Sehat, Lho!



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.