Jauhkan Mata dari Sinar Matahari Pagi dan Sore

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya kompak Kate Middleton dan Pangeran William berkacamata hitam di Turnamen Tenis Wimbledon, London, 8 Juli 2015. Pasangan kerajaan ini menyaksikan pertandingan petenis Inggris, Andy Murray melawan Vasek Pospisil dari Kanada. AP/Kirsty Wigglesworth

    Gaya kompak Kate Middleton dan Pangeran William berkacamata hitam di Turnamen Tenis Wimbledon, London, 8 Juli 2015. Pasangan kerajaan ini menyaksikan pertandingan petenis Inggris, Andy Murray melawan Vasek Pospisil dari Kanada. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah kacamata hitam selalu menyertai aktivitas Anda di luar ruangan? Bila belum terbiasa membawanya, mulai sekarang upayakan selalu melengkapi kegiatan di luar ruangan dengan kacamata gelap.

    Ada dua jenis sinar ultraviolet (UV) dari matahari, UVA dan UVB. UVA berupa gelombang panjang dan bisa menembus jauh ke dalam jaringan kulit atau mata, sedangkan gelombang sinar UVB lebih pendek dan hanya terserap di permukaan saja.

    Sinar UVA, yang bisa menyebabkan penuaan pada kulit, menembus jauh ke dalam kornea mata dan merusak lensa. Dampaknya pada masa mendatang adalah katarak dan kerusakan degenerasi lain. Bahkan bisa mengakibatkan kebutaan.

    Sinar UVB bisa menyebabkan kulit terbakar dan kanker kulit. Pada mata, sinar UVB paling banyak diserap oleh kornea dan, seperti UVA, bisa menyebabkan katarak, seperti dilansir Daily Mail.

    Mata sebenarnya memiliki beberapa tingkatan perlindungan alami. Contohnya, ketika kita menghadapi cahaya terang, pupil langsung mengecil untuk mengurangi volume cahaya yang masuk ke mata. Alis dan bulu mata juga merupakan bagian pelindung alami.

    Tapi perlindungan itu sangat terbatas bila cahaya langsung menyorot ke mata dari arah depan. Akibatnya, sinar matahari pagi dan sore lebih buruk dampaknya daripada waktu lainnya, ketika posisi sang surya masih cukup tinggi.

    Hal itu berkebalikan dengan dampak sinar matahari terhadap kulit. Pada kulit, sinar paling berbahaya ketika matahari berada pada posisi yang paling tinggi, yakni sekitar tengah hari. Pada tengah hari, alis menjadi pelindung mata.

    Jadi saat-saat matahari terbit dan terbenamlah yang berisiko paling tinggi terhadap mata karena posisinya langsung mengarah ke mata. Jangan berpikir mengalihkan pandangan dari matahari akan aman buat mata. Melihat layar telepon seluler pun bisa berbahaya bila ada pantulan sinar matahari yang masuk ke mata.

    PIPIT

    Artikel lain:
    Saran Hidup Sehat dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam
    Tangan dan Kaki Tiba-tiba Terasa Dingin, Deteksi Penyebabnya

    Waspadai Gusi Berdarah, Kaitannya Bisa ke Berbagai Penyakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.