Belanja Hermes dan Louis Vuitton Sekaligus Beramal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara dilakukan untuk beramal salah satunya dengan berbelanja. Situs jual beli barang fashion second, Huntstreet.com menggelar program Hunt2Save, yaitu berbelanja sambil beramal mulai 28 November sampai 4 Desember 2016.

    Head of Product and Operation HuntStreet.com, Justine Widjoyo mengatakan ini bukan tahun pertama platform tersebut menyelenggarakan program belanja sambil berdonasi. "Tahun ini kami berharap dapat mengumpulkan lebih dari Rp 50 juta," katanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 28 November 2016.

    Justine juga menjelaskan nantinya donasi yang terkumpul akan disalurkan ke tiga yayasan, seperti WeCare.id, Kkottongnae, dan Panshopia. Ketiga yayasan ini membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, kemiskinan, dan kesehatan. "Ketiga lembaga tersebut sudah terjamin kredibilitasnya dalam menyalurkan donasi," ujar Justine.

    Dalam kegiatan ini, Justine mengatakan Hunstreet.com tidak mengambil keuntungan. "Semuanya murni untuk beramal," kata Justine. Program itu menyediakan sekitar 5 ribu barang dari 159 merek terkenal mulai dari Marc Jacobs, Hermes, Louis Vuitton, dan lainnya. Barang-barang ini akan dijual dengan potongan harga spesial hingga diskon sampai 90 persen.

    Tak hanya itu, ada 12 barang yang dilukis oleh seniman lokal, seperti Syaiful Garibaldi, Syagini Ratna Wulan, Muklay, dan Bayu Widodo yang dilelang. "Sebesar 90 persen hasil lelang akan didonasikan ke yayasan dan 10 persennya untuk seniman," kata Justine.

    Barang-barang ini bisa ditemukan di situs Hunstreet.com atau membelinya langsung di Atrium Plaza Indonesia di lantai 4. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 200 juta.

    DINI TEJA

    Berita lainnya:
    Kopimania27, Kafe dengan Citra Feminisme
    5 Kiat Menjaga Kebersihan Organ Intim Selama Datang Bulan
    Waspadai Gusi Berdarah, Kaitannya Bisa ke Berbagai Penyakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).