Coba Detoksifikasi dengan Beragam Infused Water

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • infused water

    infused water

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambangi warung-warung makan legendaris dan mencicipi penganan khas memang harus masuk agenda perjalanan saat belribur ke luar kota atau luar negeri. Semisal ke Padang, nasi kapau lauk redang disiram kuah gulai sayur nangka dengan tampilan mlekoh menjadi menu utama makan malam yang wajib diburu. Namun, terkadang nikmatnya santapan yang diincar kala vakansi membuat lupa diri. Tak terpikir lagi berapa kalori yang masuk ke tubuh. Berapa lemak jahat yang dikonsumsi pun dilenakan.

    Gaya Perdana Melania Trump

    Momok kolesterol dan angka timbangan yang sekonyong-konyong bergeser ke kanan lantas menggelayut. Namun tak usah khawatir. Ketakutan ini bisa ditepis dengan banyak mengkonsumsi air putih. Profesor gizi dari Cornell University, Thomas Brenna berujar, mengkonsumsi air putih bisa membantu tubuh lebih mudah mengeluarkan toksin.

    Sayangnya, tak banyak orang yang doyan minum air putih. Kasus semacam ini membuat tren infused water jadi berkembang. Infused water sebenarnya sudah ada pada abad ke-10. Minuman tersebut diciptakan seorang ahli komia berkebangsaan Persia. Namun belakangan, air yang juga disebut spa water itu dipopulerkan kembali oleh blogger asal Oregon, Amerika Serikat, Amy Pogue.

    Gabungan air putih dengan irisan buah-buahan segar, seperti lemon, kiwi, dan stroberi, mampu merangsang orang banyak minum. “Buah dan sayur dalam infused water bisa mendorong orang mengkonsumsi air putih, sehingga tubuhnya terhidrasi dengan baik,” kata Brenna.
     
    Tak hanya menjadi pemanis, buah dengan warna-warna mencolok itu punya khasiat berlainan. Lemon contohnya, berfungsi meluruhkan lemak. Sebuah artikel dalam Journal of The American College of Nutrition yang terbit pada 2005 memuat informasi bahwa vitamin C, yang terkandung dalam lemon, dapat memicu tubuh melakukan serangkaian reaksi kimia dan memecah lemak, kemudian mengubahnya menjadi energi.

    Kalau ditilik dari faedahnya, air dengan campuran potongan leom cocok dibawa saat sedang liburan. Masukkan ke dalam botol kaca atau yang berwarna bening supaya terlihat lebih menarik dan memantik hasrat minum lebih banyak. Sebaiknya infused water dimasukkan ke dalam lemari pendingan semalaman sebelum esoknya “diajak” jalan-jalan. Kalau habis, cukup isi ulang dengan air dingin. Lemon dapat bertahan dan layak dikonsumsi seharian, bahkan sampai 48 jam. Dengan begini, detoksifikasi selama liburan tak terganggu.

    Berikut ini pilihan buah dan sayur yang cocok digunakan sebagai infused water:

    1. Stroberi

    Buah yang sering disebut arbei ini kaya akan vitamin C. Selain itu, mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, K, A, dan E. Stroberi terkenal sebagai buah rendah lemak jenuh, kolesterol, dan sodium. Kandungan serah dalam buah berwarna merah tersebut mampu memperlancar proses pencernaan, membuat kenyang lebih lama, dan menurunkan tekanan darah.

    2. Kiwi

    Buah yang penampilan luarnya mirip sawo itu dikenal sebagai penghasil vitamin C terbesar dibandingkan dengan buah-buahan lain. Kiwi mengandung potassium rendah garam, sama seperti yang terdapat dalam pisang. Tentunya bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah.

    3. Mentimun

    Rupanya tak hanya bisa dijadikan lalapan, kandungan mentimun yang kaya vitamin A, asam pantotenat, magnesium, dan fosfor mampu menjaga kesehatan tubuh, bahkan mengobati beragam penyakit.

    4. Daun mint

    Tanaman yang wangi dan memiliki cita rasa khas ini bisa mencegah gangguan pencernaan. Kandungan efek anestesi yang terdapat di dalamnya juga bisa meringankan kram perut. Selain itu, mengandung senyawa yang bisa mencegah pembentukan gas.

    TRAVELOUNGE

    Berita lainnya:
    Tip Sehat Sebelum Mewarnai Rambut
    Ingin Kulit Semulus Selebriti? Cek Dulu Berapa Ongkosnya
    Berdasar DNA, Orang Cerdas Akan Pilih Pasangan Cerdas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.