Tak Ada Kaitan Flu Saat Hamil dengan Bayi Autisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Morning Sickness atau ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi Morning Sickness atau ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Wanita yang sakit flu saat hamil tidak akan berisiko memiliki anak dengan autisme setelah lahir. Begitu hasil penelitian di Amerika Serikat pada Senin, 28 November 2016. 

    Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan infeksi yang dialami ibu kemungkinan menjadi penyebab gangguan perkembangan saraf, meski penelitian lain menemukan tidak ada kaitan semacam itu. Penemuan tersebut dimuat dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) Pediatrics berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 196 ribu anak yang lahir di California pada 2000-2010. 

    Lebih dari 3.100 anak di antaranya menderita autisme, yang diduga terkait dengan genetik dan lingkungan, tapi penyebabnya masih belum dapat dipastikan. Penelitian tersebut, yang diketuai Ousseny Zerbo dari Kaiser Permanente Northern California, menemukan tidak ada kaitan antara peningkatan risiko autisme dan infeksi influenza saat hamil.

    Penelitian tersebut juga tidak menemukan adanya kaitan antara autisme dan vaksin flu saat trimester kedua dan ketiga kehamilan. "Ada petunjuk peningkatan risiko gangguan spektrum autisme (GSA) dengan vaksinasi saat hamil pada trimester pertama," menurut penelitian yang kemudian menjelaskan bahwa penemuan tersebut "tidak signifikan" setelah para peneliti menyesuaikannya untuk faktor risiko lain.

    Para peneliti mengatakan saat ini tak ada "perubahan dalam kebijakan atau tindakan vaksin" yang direkomendasikan. Namun "studi tambahan perlu dilakukan."

    BISNIS

    Artikel lain:
    Bahan Makanan yang Mampu Maksimalkan Kesehatan
    Salah Kunyah dan Telan Bisa Berakibat Perut Kembung
    Ingin Tubuh Langsing Berbentuk? Cobalah Indoor Cycling


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara