Selasa, 13 November 2018

Detak Jantung Ibu Merangsang Perkembangan Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita/ibu hamil mendengarkan musik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi wanita/ibu hamil mendengarkan musik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak ibu hamil memperdengarkan alunan musik klasik kepada sang janin. Konon, musik klasik dapat membuat anak cerdas. Musik klasik memang memiliki kategori frekuensi alfa yang baik untuk merangsang atensi dan konsentrasi pada anak. Namun sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan terlalu sering.

    "Terlalu sering memperdengarkan musik klasik kepada janin hingga ia lahir bisa berdampak negatif. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu aware setiap waktu," ucap anggota Ikatan Neurosains Terapan Indonesia, Anne Gracia, di Jakarta.

    Anne berujar, anak bisa tumbuh dengan keteraturan dan menjadi pencemas karena ingin semuanya teratur. Jadi sebaiknya jangan diperdengarkan musik klasik terlalu sering kepada bayi.

    "Sejak bayi di dalam kandungan ibunya, panca indera yang paling pertama berfungsi adalah pendengaran. Detak jantung ibu merangsang otak anak aktif sejak dalam kandungan. Jadi, saat di kandungan, detak jantung ibu adalah musik yang paling baik dan berperan penting untuk stimulasi otak anak," tuturnya.

    Karena itu, bila ingin anak tumbuh menjadi seseorang yang ceria, detak jantung ibu, sebagai informasi pertama yang ia dengarkan, harus menenangkan. Jangan sering berdegup terlalu cepat, sehingga bayi pun merasa tidak nyaman.

    "Cara terbaik untuk merangsang anak adalah detak jantung ibu serta keterlibatan emosi antara ibu dan anak. Ibu hamil harus selalu bahagia, jangan stres, sehingga membuat detak jantung cepat. Lakukan hal yang menyenangkan, dan bayi pun akan merasakan hal yang sama," kata Anne.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Pentingnya Ibu Hamil Menghindari Stres
    ASI Meminimalkan Risiko Bayi Prematur Terkena Infeksi
    Ibu Hamil Kurang Gizi, Anak Berisiko Alami Gangguan Jantung



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.