Melatih Kemampuan Kognitif Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi lucu seorang balita saat ditimbang dalam mengikuti pemeriksaan rutin kesehatan di Posyandu Guji Baru, Jakarta, 7 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    Ekspresi lucu seorang balita saat ditimbang dalam mengikuti pemeriksaan rutin kesehatan di Posyandu Guji Baru, Jakarta, 7 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa awal kehidupan balita usia 2-3 tahun merupakan awal masa anak bereksplorasi tentang dunia di sekelilingnya. Anak memahami apa yang ada dalam sekelilingnya melalui pengalaman langsung. Anak ingin mencoba segala sesuatunya sendiri. 

    Dalam tahap ini, anak mengalami awal perkembangan kemampuan daya berpikir. Inilah cikal-bakal kecerdasan anak yang kita kenal dengan istilah kemampuan kognitif, yaitu kemampuan anak mengamati segala sesuatu yang ada disekelilingnya dan mendapatkan pengetahuan yang baru. 

    Pada masa ini, anak tidak lagi mendapatkan kemampuan berpikir melalui gerakan semua indra dan gerak tubuh. Namun ia mulai mengembangkan daya berpikirnya melalui contoh nyata yang dilihatnya, yang dirasakannya, bahkan yang diimajinasikannya. Berikut ini tahap kemampuan kognitif anak usia 2-3 tahun yang dilansir laman Kidspot.

    #Usia anak 2 tahun
    • Anak masih berpikir bahwa orang tuanya mengetahui apa yang dia pikirkan.
    • Imajinasi anak menggabungkan realitas dengan dunia fantasinya. Tak mengherankan jika ia mempunyai imajinasi yang menakutkan. 
    • Kemampuan pikirnya masih sangat dangkal. Anak mempunyai pikiran bahwa segala sesuatu yang dilihatnya adalah nyata. Jadi ia menganggap apa yang dilihat di televisi merupakan dunia nyata. 
    • Anak mempunyai pikiran bahwa benda dapat berpikir serta memiliki perasaan sama seperti apa yang dirasakan dan yang dilakukannya.

    #Usia anak 3 tahun
    •Anak mempunyai pikiran bahwa semua orang mengalami emosi yang sama seperti dia, sehingga ia memiliki kesulitan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
    • Anak mulai memahami bahwa dia merupakan pribadi berbeda dengan orang lain. 
    • Anak hanya mempunyai satu pandangan, benar atau salah, baik atau buruk. Tidak ada nuansa abu-abu.

    DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Pentingkah Makanan Berlemak untuk Otak Anak?
    Trik Bikin Hati Senang Setiap Hari
    Manfaat Buah Longan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.