Ada Beras Putih, Merah, Cokelat, dan Hitam, Mana yang Terbaik?

Reporter

Editor

Rini Kustiani

TEMPO/ Nita Dian

TEMPO.COJakarta - Beras tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tak hanya beras putih, tapi juga saat ini banyak beras merah dan cokelat, bahkan beras hitam pun semakin banyak dijual di pasaran. Selain warnanya, apa yang membedakan beras-beras tersebut?

Istirahat Makan Siang Itu Wajib

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Hardiansyah mengatakan beras yang lebih gelap memiliki lebih banyak zat dan senyawa aktif yang penting bagi tubuh. “Beras yang lebih gelap memiliki serat, antosianin, dan phytochemical yang lebih banyak daripada beras putih,” katanya, saat ditemui di Jakarta, Selasa, 22 November 2016.

Jika diurutkan, lulusan Ilmu Nutrisi dan Makanan di Universitas Queensland, Brisbane, Australia, ini menjelaskan, beras putih memiliki kandungan serat, antosianin dan phytochemical yang paling rendah. “Disusul beras merah, cokelat, lalu hitam,” kata Hardiansyah.

Beras yang mengandung serat tinggi dapat memperlambat proses pencernaan dalam tubuh. Karena itu, mereka yang mengkonsumsi nasi dari beras yang berwarna pekat, yakni beras hitam, beras cokelat, dan beras merah, cenderung tak mudah lapar, sehingga baik untuk mencegah terkena risiko penyakit diabetes.

Antosianin merupakan senyawa pemberi warna pada makanan. Tak hanya ditemukan pada buah-buahan dan sayuran, tapi kandungan antosianin juga ada pada beras, terutama beras hitam. Fungsi utama antosianin adalah mencegah kerusakan DNA yang mengarah pada penyakit kanker, juga anti-kolestrol. 

Phytochemical adalah zat yang terkandung dalam tumbuhan, termasuk padi-padian. Zat ini memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai antioksidan, menstimulasi enzim, menggantikan hormon, memperbaiki sel rusak, serta membunuh bakteri. 

Semakin pekat warna pada beras, semakin banyak pula kandungan phytochemical di dalamnya. Tapi bukan berarti beras putih tak memiliki zat ini. Phytochemical masih bisa ditemukan dalam beras putih asalkan proses penggilingannya tidak dilakukan berulang kali sehingga nutrisinya tak turut hilang karena tergiling mesin.

Kendati aneka jenis beras ini memiliki kadar serat, antosianin, dan phytochemical yang berbeda, lebih banyak, Hardiansyah mengatakan, pada prinsipnya fungsi beras yang telah menjadi nasi sama. “Semuanya sama-sama karbohidrat, sumber energi bagi tubuh,” ujarnya.

DINI TEJA

Berita lainnya:
6 Aturan Kerja Unik yang Bikin Anda Betah di Perusahaan
Pengalaman Pangeran William Mempunyai Anak Perempuan
Pasangan Hobi Mengatur, Sayang atau Ingin Mengendalikan?






Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.