Ketahui Perbedaan Flu dengan Pilek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita flu. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita flu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang terkadang sulit membedakan antara pilek dan flu. Kebingungan itu bisa dimengerti karena dua penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir sama dan sama-sama disebabkan oleh virus.

    Sperma Nenek Moyang

    Mengutip laman Very Well, sejatinya flu lebih berat daripada pilek dan gejalanya lebih banyak. Cara flu menyerang setiap orang tidak sama. Begitu juga gejalanya. Berikut ini perbedaan flu dengan pilek.

    Gejala Pilek:
    - Hidung berair
    - Hidung tersumbat
    - Batuk
    - Sakit kepala
    - Sakit tenggorokan
    - Mata gatal dan berair
    - Demam, terutama pada anak-anak

    Gejala Flu:
    - Demam, tidak semua orang, tapi banyak yang mengalaminya
    - Menggigil
    - Badan ngilu
    - Pusing
    - Batuk
    - Lemas
    - Hidung tersumbat
    - Muntah dan diare

    Sayangnya, banyak orang yang menganggap enteng flu hingga malas periksa ke dokter. Lantas apa yang terjadi jika flu terus mendera selama berhari-hari?

    #Hari ke-0
    Adalah hari sebelum flu menyerang. Namun penderita sudah terkontaminasi virus dan gejala flu sudah muncul.

    #Hari ke-1
    Biasanya, penderita sudah merasa demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Ini merupakan gejala flu paling umum.

    #Hari ke-2
    Batuk semakin parah, terutama pada malam hari. Kelopak mata terasa berat dan suhu tubuh bisa mencapai 39 derajat Celcius.

    #Hari ke-3
    Biasanya penderita merasa lesu dan letih luar biasa. Demam, tenggorokan sakit, dan batuk belum reda.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    5 Kegiatan Produktif Selama Perjalanan ke Kantor
    Hidup Terasa Hampa? Coba Cara Motivasilah Diri Berikut
    Saran Pakar buat Wanita Karier agar Dekat dengan Anak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.