Hobi Motret Obyek di Langit? Yuk, Belajar Astrophotography

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gerhana bulan merah darah/ Blood Moon. Phil Walter/Getty Images

    Ilustrasi gerhana bulan merah darah/ Blood Moon. Phil Walter/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda hobi atau merasa tertarik akan foto-foto obyek langit seperti gerhana, supermoon, atau galaksi? Kalau iya, Anda perlu berkenalan dengan astrophotography, yakni jenis fotografi yang merekam gambar obyek astronomi dan langit malam.

    Kabar gembira, astrophotography ternyata tidak memerlukan peralatan khusus, karena bisa dipraktekkan menggunakan ponsel pintar. Muhammad Rayhan, seorang astrofotografer menjelaskan, astrophotography terdiri atas 70 persen bidang astronomi dan 30 persen bidang fotografi.

    Astrophotography lebih dekat ke astronomi dibanding fotografi. Memang secara teknis di astrophotography kita butuh banyak pengetahuan tentang astronomi,” katanya di Jakarta, 22 November 2016.

    Yang membedakan astrophotography dengan fotografi lain adalah obyeknya, yakni benda-benda langit. Lantaran benda langit berkaitan dengan benda-benda redup, teknik yang digunakan adalah long exposure atau eksposur lama. Untuk Milky Way, misalnya, membutuhkan waktu low exposure 20-30 detik baru bisa mendapatkan hasilnya.

    Berbeda dengan astronom amatir, astrofotografer membutuhkan modal berburu benda langit paling sedikit Rp 5 juta untuk kamera DSLR beserta lensa standar. Bila menggunakan lensa zoom, tentu harganya bisa ratusan juta rupiah. Belum lagi aksesori lainnya seperti tripod, star tracker, dan komputer untuk mengolah gambar. Tantangan lainnya, teknik pengambilan gambar obyek astrophotography tidaklah mudah.

    Meski demikian, astrophotography tidak memerlukan peralatan khusus, karena bisa dipraktekkan menggunakan smartphone. Perangkat berbasis Android maupun iOS juga bisa digunakan dengan berbagai aplikasi yang memungkinkan kamera pada ponsel diatur secara manual.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Bahan Ampuh Usir Ketombe
    Berani Mencicipi Balut, Embrio Telur dari Filipina?
    Pasangan Hobi Mengatur, Sayang atau Ingin Mengendalikan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.